BORNEONEWS, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya Riban Satia kecewa dengan mangkirnya 17 pejabat lingkup pemerintah kota (Pemkot) dari pelaksanaan assessment. Padahal assessment atau uji kompetensi itu demi kepentingan yang bersangkutan. Pasalnya, itu menjadi salah satu dari pemenuhan syarat jabatan yang diampunya.

Selebihnya yang membuat Riban kesal, Assesment digelar sebagai upaya memetakan kemampuan SDM aparatur pemerintahan. Kekesalan Riban tersebut diungkapkan saat apel di halaman Pemkot Palangka Raya yang dihadiri ratusan pegawai, Senin (5/9/2016). 

“Kita tegur keras 17 pejabat yang tidak ikuti assessment tersebut, sebab itu adalah bagian dari penilaian kinerja dalam memegang jabatan kok malah diabaikan.Kita kecewa dengan sikap pejabat dan calon pejabat yang seperti itu,” tukas Riban kesal.

Sementara beberapa hari sebelumnya, Wakil Walikota Mofit Saptono juga mengungkapkan kekesalannya atas sikap tidak terpuji bawahannya yang tidak ikut Assessment pejabat struktural eselon II,III,IV di Aula LPMP Kalteng pekan lalu.

Mofit sempat mengaku kaget atas jumlah yang mangkir itu, setelah meminta laporan dari badan kepegawaian pendidikan dan pelatihan (BKPP) Kota Palangka Raya yang bertindak sebagai penyelenggara. Banyak di anntaranya pejabat eselon III. Yang menjadi aneh menurut Mofit, karena banyak orang yang ingin mendaftar bahkan antre, tapi yang diberi kesempatan malah mangkir. Karena itu dia akan tegas beri catatan bahkan peringatan.

“Kita terus terang kecewa dan kita akan telusuri mereka itu. Kenapa sampai tidak mau hadir, padahal kesempatan yang kita berikan tidak untuk semua orang. Masih ada beberapa yang akan dilakukan pada kesempatan berikutnya, yang ini malah tidak manfaatkan,” katanya.

Sementara tanggapan negatif juga datang dari pihak DPRD Kota Palangka Raya. Ketua DPRD Sigit K Yunianto juga ikut geram dengan tindakan ‘nyeleneh’ 17 pejabat tersebut. Menurut Sigit, sebaiknya badan pertimbangan jabatan dan pangkat (Baperjakat) mengevaluasi.

“Ini jadi perhatian dan pertimbangan untuk mereka. Bila perlu jangan diberi amanah jabatan. Apalagi nanti akan ada perombakan struktur menyesuaikan PP 18/2016.Mereka ini jadi catatan tersendiri, karena belum memenuhi syarat assessment tadi,” katanya. 

Seperti diketahui, total ada 200 pejabat eselon II, III, dan IV lingkup Pemkot menjalani tes assesment di aula Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalteng jalan Tjilik Riwut Km 4 Palangka Raya, Senin (29/8/2016). (ROZIKIN/m)