BORNEONEWS, Muara Teweh - Aspihani alias Aspi, tersangka pembunuh Yeni Erlin Wijayanti (21), gadis Muara Teweh, mengaku cemburu sampai tega membunuh kekasihnya itu, Senin (29/8/2016). Didahului pertengkaran, Aspi menusuk perut perempuan yang dipacarinya sejak dua bulan lalu itu. Tak lama, Aspi penuh nafsu menyetubuhi Yeni yang sedang sekarat berlumuran darah.
“Motif dari kasus pembunuhan dan pemerkosaan tersebut, karena pelaku cemburu kepada korban,” tegas Kapolres Barito Utara, AKBP Roy HM Sihombing, Senin (5/9/2016).
Kapolres didampingi jajarannya, menggelar jumpa pers, menjelaskan kasus pembunuhan dan pemerkosaan, yang terjadi Senin (29/8/2016), sekitar pukul 20.00 WIB, di Jalan Pendreh, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah itu. Kasus tewasnya Yeni Erlin Wijayanti, diungkap oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Barut tersebut, dan menangkap pelaku, Kamis (1/9//2016) siang, di Barabai, Kalimantan Selatan.
Kepada penyidik, pelaku mengaku cemburu kepada Yeni, yang dipacarinya sejak dua bulan lalu itu. Senin sore, sebelum pembunuhan berdarah itu, sepasang kekasih ini sempat berjalan-jalan menghirup udara sore Kota Muara Teweh. Waktu itu, pelaku dan korban sempat jalan-jalan, sampai ke Jalan Pendreh, tepatnya dekat rumah H Aliyanor.
Sesampai di tempat sepi, pelaku melihat korban sedang asik SMS-an dan berteleponan dengan seseorang, yang membuat Aspi dibakar api cemburu. Pelaku marah mencoba mengambil HP korban, namun korban menolak, bahkan memukul dan mendorong pelaku hingga terjatuh ke jurang dangkal. Saat itulah pelaku tidak bisa menahan emosinya, hingga melakukan pembalasan dan menusuk korban dengan senjata tajam yang memang dibawanya.
Setelah itu, pelaku membawa korban ke belakang rumah, sekitar delapan meter dari tempat kejadian. Di situlah pelaku memerkosa korban yang sudah dalam keadaan sekarat, bersimbah darah. Korban sempat berteriak, tetapi dengan cepat mulutnya ditutup menggunakan celana dalam pelaku.
Menurut Kapolres, Yeni meninggal dunia dengan luka tusuk sepanjang 3,5 cm dan lebar 1,5 cm, kedalaman 6 cm. Juga terdapat luka lecet, lebam biru di kepala atas bagian kiri dan telinga kiri hingga mengeluarkan darah. Satu gigi depan korban juga patah, selain mendapat luka gores dan lecet di lutut kaki kiri dan kanan, dan luka lecet di pinggang.
Dari hasil pengungkapan kasus pembunuhan tersebut, di tempat kejadian perkara, petugas mengumpulkan beberapa barang bukti. Di antaranya, 1 buah ikat pinggang, 1 botol parfum, 1 lembar STNK sepeda motor, 1 buah kancing baju warna hitam, 1 buah anting warna emas, 1 lembar celana boxer warna abu-abu. Juga ada 2 buah helm GM, 1 lembar celana pendek, 1 cincin warna emas, 1 buah dompet panjang warna coklat berisikan KTP, kartu ATM dan uang 100 ribu. Lalu, 1 buah pisau tanpa ganggang, 1 buah batu cor terdapat bercak darah.
Sebelumnya, jajaran Polres Barito Utara bekerjasama dengan Polres Barabai menangkap Aspihani alias Aspi bin Murhan (21), terduga pembunuh dan pemerkosaan gadis Muara Teweh, Yeni Erlin Wijayanti (21), di Barabai, Kalimantan Selatan. Aspi, warga Desa Abung, RT 03, Kecamatan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.
"Pelaku ditangkap di rumahnya tanpa ada perlawanan. Pelaku masih dalam perjalanan menuju Muara Teweh, dengan kawalan polisi. Pelaku ditangkap, Kamis siang ini di Barabai, Kalsel,” jelas Kapolres Barito Utara, AKBP Roy H M Sihombing melalui Kasat Reskrim Polres Barut, AKP Abdul Aziz Septiadi kepada Borneonews, Kamis (1/9/2016) sore. (AGUS SIDIK/N).








