BORNEONEWS, Palangka Raya – Sahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko mengingatkan Perangkat Daerah dalam menjaga stabilitas inflasi.
Terutama bagi perangkat daerah yang masuk dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalteng perlu tugasnya sesuai dengan fungsinya masing-masing.
“Perhatikan minyak goreng, bawang putih, bawang merah agar tidak berada diatas HET,” tutur Yuas Elko usai mengikuti akor bersama kemendagri, baru baru ini.
Sementara itu, Plt Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menekankan agar fokus pada penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) agar dari Minggu ke Minggu tidak terjadi perubahan.
“Hal-hal yang berkaitan yang penting, hal-hal yang terjadi perubahan khususnya kenaikan atau inflasi, ini yang kita fokuskan,” tuturnya.
--page
Adapun berdasarkan data Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Inflasi Tahun Kalender pada Oktober 2024 (y-to-d), secara bulanan Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,08 persen setelah lima bulan sebelumnya deflasi.
Dibandingkan dengan akhir tahun lalu, pada Oktober ini inflasi tahun kalender sebesar 0,82 persen dimana komponen inti memberikan andil sebesar 1,22 persen, komponen harga diatur pemerintah memberikan andil sebesar 0,08 persen dan komponen bergejolak memberikan andil -0,48 persen. (HERMAWAN DP/Y)









