SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar kegiatan Pasar Murah di Halaman Masjid Agung Al Falah, Sampit, belum lama tadi. Pasar murah ini bertujuan untuk menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya menjelang perayaan hari besar.

Kepala Bappedalitbang Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung yang hadir mewakili Gubernur, menjelaskan bahwa pasar murah menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat. “Dengan adanya pasar murah yang sudah berjalan selama tiga tahun, tingkat inflasi kita tercatat hanya 1,03%. Ini menunjukkan bahwa harga tetap stabil dan daya beli masyarakat terjaga,” jelasnya.

Senada dengan Leonard, Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Rangga Lesmana, menambahkan bahwa pasar murah ini merupakan program rutin yang dilaksanakan sejak masa pasca-pandemi.

"Kami menjamin kualitas barang yang dijual di pasar murah ini. Ini penting untuk menepis anggapan bahwa barang-barang di pasar murah kurang berkualitas," tegas Rangga.

Pada pasar murah kali ini, paket sembako yang terdiri dari beras 10 kg, gula 1 kg, dan minyak goreng 1 liter dihargai Rp208.500,- per paket, namun setelah disubsidi pemerintah, warga hanya perlu membayar Rp20.000,- per paket.

Kepala DP3APPKB Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, menyampaikan harapannya agar program ini bermanfaat bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan.

“Kami berharap pasar murah ini bisa meringankan beban masyarakat, terutama saat kebutuhan meningkat menjelang hari-hari besar,” ungkap Linae.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh sejumlah pejabat, termasuk Sahli Gubernur Bidang Ekobang, Kepala BPSDM, Kepala Satpol PP, serta pejabat dari berbagai instansi pemerintah lainnya. (*/j)