BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kalteng menilai sosok ayah memiliki peran penting dalam pencegahan stunting.
“Momen penting hari Ayah bisa dijadikan momen untuk mengingatkan bahwa seorang ayah turut berperan dalam penurunan atau pencegahan stunting, bukan hanya peran seorang ibu saja,” kata Kepala Dinas P3APPKB Kalteng, Linae Victoria Aden saat dialog di salah satu stasiun radio, baru baru ini.
Menurutnya, peran ayah bahkan sudah dimulai sejak janin masih dalam kandungan. Ayah berperan dalam menentukan bagaimana pembentukan karakter anak sejak masih kanak-kanak hingga dewasa.
“Dalam hal-hal yang secara praktis dilakukan ibu, dukungan ayah tetap diperlukan untuk perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak,” pungkasnya.
Adapun stunting adalah permasalahan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang yang cukup waktu lama, umumnya hal ini karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.
Permasalahan stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru akan terlihat ketika anak sudah menginjak usia dua tahun. (HERMAWAN DP/H)









