KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pj Bupati Kapuas, Darliansjah memaparkan sejumlah capaian daerah dan inovasi unggulan di hadapan Tim Penilai dari Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemendagri di Gedung Irjen Kemendagri, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, ia menguraikan 111 indikator dan 10 poin penting yang terangkum dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pj Bupati Triwulan I, serta memperkenalkan inovasi unggulan daerah bernama Lapak Kapuas.

Menurut Darliansjah, Lapak Kapuas yang merupakan singkatan dari "Layanan Pengelolaan Arsip Keluarga," dikelola langsung oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpustaka) Kabupaten Kapuas. 

Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat mengamankan, mengelola, dan memelihara arsip keluarga, serta memberikan layanan kearsipan daerah.

Lapak Kapuas memungkinkan masyarakat untuk menelusuri arsip yang penting bagi mereka dan turut menjaga memori individu maupun kolektif keluarga.

"Lapak Kapuas ini sangat berguna untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi risiko bencana, seperti kebakaran, banjir, atau kehilangan dokumen, dengan cara menduplikasi dokumen penting keluarga. Dokumen asli tetap disimpan oleh pemilik, sedangkan file duplikasi disimpan dalam server Pemkab Kapuas," jelas H. Darliansjah.

Kepala Disarpustaka Kapuas, Suwarno Muriyat, menjelaskan bahwa masyarakat yang ingin melakukan duplikasi dokumen dapat datang langsung ke Disarpustaka Kapuas pada hari kerja, atau di akhir pekan (Jumat, Sabtu, Minggu) hingga pukul 20.00 WIB. 

Layanan ini juga tersedia secara daring melalui narahubung. Proses penyimpanan arsip di Lapak Kapuas melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan data. 

"Prosedur dimulai dari registrasi, pemindaian dokumen, hingga penyimpanan digital yang aman. Pengguna dapat mengakses arsip secara pribadi untuk melihat, mengunduh, atau mencetaknya kembali," katanya, Rabu, 13 November 2024.

Di samping itu, Disarpustaka juga menyediakan layanan pemeliharaan dan pembaruan data guna memastikan arsip tersimpan dengan baik. 

"Kami berencana untuk melakukan sosialisasi ke 17 kecamatan di Kabupaten Kapuas tahun depan, bekerja sama dengan para Lurah dan Kepala Desa dalam pemindaian dokumen masyarakat," ucapnya. (DODI/R)