BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Lokakarya Penulisan Cerita Anak Dwibahasa yang berlangsung dari 11 hingga 15 November 2024, Penerjemah Ahli Muda Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Rensi Sisilda menyampaikan materi penting mengenai penggunaan bahasa Indonesia dalam penulisan cerita anak.
Acara ini diadakan untuk meningkatkan kualitas penulisan cerita anak yang tidak hanya menarik tetapi juga mendidik.
Rensi Sisilda menekankan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam cerita anak.
"Bahasa yang digunakan harus sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak, namun tetap kaya akan kosakata yang dapat memperkaya pengetahuan mereka," kata Rensi dalam lokakarya ini.
Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan kalimat yang singkat dan jelas untuk menjaga perhatian anak-anak.
Selain itu, Rensi juga membahas tentang pentingnya pemilihan tema yang relevan dan menarik bagi anak-anak. Ia menyarankan agar penulis memilih tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak, seperti keluarga, persahabatan, dan petualangan.
"Tema-tema ini dapat membantu anak-anak lebih mudah memahami dan mengidentifikasi diri dengan cerita yang dibaca," tuturnya.
Dalam sesi tersebut, Rensi juga menekankan bahwa karakter dalam cerita anak harus memiliki sifat-sifat yang dapat dicontoh oleh anak-anak, seperti keberanian, kejujuran, dan kebaikan hati. Karakter yang kuat dan positif dapat memberikan pengaruh yang baik bagi perkembangan moral anak-anak.
Rensi juga menekankan pentingnya ilustrasi dalam cerita anak. Menurutnya, ilustrasi yang menarik dan sesuai dengan cerita dapat membantu anak-anak lebih mudah memahami dan menikmati cerita.
Lokakarya ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para penulis cerita anak dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Dengan demikian, diharapkan akan lahir lebih banyak karya-karya cerita anak yang berkualitas dan mendidik, yang dapat membantu membentuk generasi muda Indonesia yang cerdas dan berkarakter.(TESTI PRISCILLA/R)









