BORNEONEWs, Palangka Raya - Ada kabar menyedihkan datang dari Ketua KONI Kalteng Aries M Narang. Pada PON ke-XIX Jawa Barat 17-29 September 2016, rencananya KONI Kalteng akan memberangkatkan sekitar 400 peserta terdiri dari atlet dan official, namun sekitar 120 peserta terpaksa harus dianulir rencana kebertangkatan mereka ke Bandung. Gara-garanya anggaran KONI kena rasionalisasi. Jadi yang bisa diberangkatkan hanya sekitar 280 peserta.
"Ada rasionalisasi anggaran sehingga sebagian tim kita tinggal," tutur Aries saat menggelar pertemuan dengan 25 pengurus cabor di aula KONI Kalteng, Selasa (6/9/2016).
Aries memastikan ke-280 peserta yang akan diberangkatkan itu semuanya adalah atlet, bukan penggembira. "Jadi tidak ada istilah kroni-kroni seperti yang dirumorkan, tapi mereka memang atlet," tegasnya.
Celakanya, meski anggaran KONI sudah dirasionalisasi, namun menurut Aries hingga kemarin anggaran untuk berangkat PON ke Bandung masih nol persen. Sebab anggarannya belum bisa dicairkan. Di sisi lain sebagian atlet sudah berangkat, misalnya 17 orang tim futsal sudah berangkat 14 Agustus 2016, 4 orang tim perlengkapan dayung berangkat 28 Agustus 2016, tiga orang tim balap sepeda berangkat 4 September 2016, dan 78 orang tim dayung dan kesekretariatan berangkat 5 Septemer 2016.
Aries yang juga mantan Ketua DPRD Kota Palangka Raya ini menjelaskan para atlet yang sudah berangkat itu menggunakan dana talangan dari sisa anggaran pelatdaprov yang mencapai Rp900 juta. Jika anggaran PON tidak dikasih, maka risikonya honor Pelatdaprov yang digelar Agustus 2016 lalu itu bakal tidak bisa dibayar, karena dananya habis untuk menalangi kebekarangkatan atlet ke PON Jabar. (ROKIM/m)








