KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kapuas menggelar debat publik kedua untuk Pilkada Kapuas 2024 yang berlangsung di studio Metro TV, Jakarta, pada Rabu malam, 13 November 2024.

Debat ini dihadiri oleh seluruh pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kapuas dengan tema "Membangun Kapuas sebagai Penyangga Ibu Kota Nusantara."

Dalam debat tersebut, para panelis merumuskan enam subtema yang terkait dengan tema besar debat, mencakup berbagai aspek pembangunan daerah Kapuas.

Pada segmen kedua, setiap pasangan calon diminta untuk mengambil bola pertanyaan secara acak.

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kapuas nomor urut 2, H. Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim dan Tommy Saputra, menerima pertanyaan mengenai strategi mereka dalam mengatasi tantangan infrastruktur, khususnya konektivitas jalan darat, jaringan komunikasi, dan ketersediaan listrik di wilayah-wilayah terpencil Kapuas.o

Menanggapi pertanyaan tersebut, dia menggarisbawahi komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kapuas. Ia menyampaikan bahwa infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan, merupakan prioritas utama yang perlu ditingkatkan.

“Di Kabupaten Kapuas ini ribuan jembatan masih berupa kayu. Ini wajib ditingkatkan,” katanya. Dia juga menyinggung daerah Palangkau yang masih sulit diakses karena belum ada jalan darat yang memadai, sehingga masyarakat terpaksa menggunakan perahu kecil.

“Hal ini tentu menjadi perhatian sebagai bagian dari komitmen kami agar Kapuas bisa menjadi penyangga IKN,” tambahnya.

Dalam hal jaringan komunikasi, dia juga menyatakan keseriusannya untuk memperbaiki sinyal internet di wilayah-wilayah terpencil Kapuas, yang ia nilai saat ini masih sangat lemah. Ia berencana bekerja sama dengan pemerintah provinsi agar masalah ini segera ditangani.

Dia mengungkapkan program unggulannya, yaitu pemasangan 10.000 lampu penerangan jalan umum (PJU) di seluruh wilayah Kapuas.

“Kenapa ini penting? Karena di mana-mana Kapuas itu gelap gulita. Tidak ada orang yang bakal mau tinggal di tempat gelap. Kalau kita mengharapkan orang luar datang berinvestasi, maka Kapuas harus kita benahi,” ujarnya. (DODI/R)