PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ekonomi Kalimantan Tengah menunjukkan pertumbuhan yang solid pada triwulan III-2024, dengan peningkatan sebesar 4,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyatakan bahwa pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh peningkatan signifikan dalam pengeluaran pemerintah.

Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah atau PK-P mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,63 persen.

"Hal ini mencerminkan upaya pemerintah dalam meningkatkan belanja untuk proyek-proyek infrastruktur dan layanan publik yang berdampak langsung pada perekonomian daerah," kata Agnes pada Jumat, 15 November 2024.

Selain itu, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga atau PK-LNPRT juga mengalami pertumbuhan yang kuat sebesar 14,33 persen, menunjukkan peran penting sektor non-profit dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga atau PK-RT tumbuh sebesar 4,86 persen, mencerminkan peningkatan daya beli masyarakat. Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto atau PMTB yang tumbuh sebesar 4,19 persen menunjukkan adanya investasi yang berkelanjutan di sektor-sektor produktif.

"Ekspor Barang dan Jasa juga mencatat pertumbuhan meskipun hanya sebesar 0,58 persen, menunjukkan tantangan yang dihadapi dalam pasar global," tuturnya.

Dari sisi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, Komponen PK-P memberikan sumbangan terbesar sebesar 2,10 persen, diikuti oleh PK-RT sebesar 1,79 persen, dan PMTB sebesar 1,64 persen. Agnes Widiastuti menekankan pentingnya peran pengeluaran pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama dalam konteks pemulihan pasca-pandemi.

Struktur Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB Kalimantan Tengah pada triwulan III-2024 masih didominasi oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang mencakup 48,63 persen dari total PDRB. Namun, tingginya kontribusi impor sebesar 42,22 persen menunjukkan ketergantungan yang signifikan pada barang dan jasa dari luar daerah. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi daerah.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada triwulan III-2024 mencerminkan keberhasilan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan pengeluaran dan investasi. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan daya saing ekspor. BPS Kalimantan Tengah optimis bahwa dengan strategi yang tepat, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dapat dicapai. (TESTI PRISCILLA/H)