PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - IPB International Convention Center menjadi tuan rumah Annual Meeting Forpimpas yang berlangsung pada 12-13 November 2024.

Acara ini mengusung tema "Transdisciplinary Approach in Graduate Education for Sustainable Development toward Golden Indonesia 2045". Pertemuan ini diselenggarakan oleh Dekan Sekolah Pascasarjana IPB, Prof Dodik Ridho Nurrochmat, beserta jajarannya.

Prof Dodik Ridho Nurrochmat, yang memimpin Sekolah Pascasarjana IPB, menekankan pentingnya pendekatan transdisipliner dalam pendidikan pascasarjana.

"Pendekatan ini memungkinkan kolaborasi lintas disiplin ilmu untuk menciptakan solusi inovatif terhadap tantangan keberlanjutan yang kompleks," ujarnya dalam keterangan resminya pada Jumat, 15 November 2024.

Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya melibatkan akademisi, tetapi juga pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, industri, dan masyarakat.

Selama dua hari, peserta mengikuti berbagai sesi diskusi dan lokakarya yang membahas strategi dan implementasi pendidikan berkelanjutan. Salah satu sesi utama adalah presentasi tentang bagaimana pendekatan transdisipliner dapat mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai akademisi, peneliti, dan praktisi dari seluruh Indonesia yang berfokus pada pengembangan pendidikan pascasarjana yang berkelanjutan salah satunya Guru Besar Universitas Sumatera Utara atau USU, Prof Rahmawaty.

"Kita perlu mempersiapkan generasi muda dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan untuk menghadapi tantangan masa depan," tambah Prof Dodik.

Pada hari kedua, peserta diajak untuk melakukan field trip ke Jembatan Gantung Lembah Purba di Situ Gunung, Sukabumi. Jembatan gantung ini merupakan yang terpanjang di Asia Tenggara dan menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan.

"Field trip ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung tentang pentingnya keberlanjutan lingkungan," jelas Prof. Dodik.

Peserta dapat menikmati keindahan alam sambil belajar tentang konservasi dan ekosistem lokal.

Selain menikmati pemandangan, peserta juga berkesempatan untuk mengikuti sesi diskusi di lokasi yang membahas peran pendidikan dalam menjaga kelestarian alam.

"Kami berharap pengalaman ini dapat menginspirasi peserta untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam penelitian dan praktik mereka," kata Prof Dodik.

Diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan ide-ide baru untuk mendukung tujuan keberlanjutan.

Annual Meeting Forpimpas ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis untuk pengembangan pendidikan pascasarjana yang berkelanjutan di Indonesia.

"Kami berharap pertemuan ini dapat menjadi titik awal bagi perubahan positif dalam sistem pendidikan kita," tutup Prof Dodik.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Indonesia siap menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Kata pembukaan disampaikan oleh Dekan Sekolah Pascasarjana IPB University, Prof Dodik Ridho Nurrochmat, dilanjutkan sambutan oleh Ketua Forpimpas Wilayah Barat, Prof Hidayat.

Selain itu ada Opening Speech oleh Prof Deni Noviana mewakili Rektor IPB, Keynote Speaker Prof Nazamid bin Saari dari UPM, serta Keynote Speaker kedua yakni Rektor USU, Prof Muryanto Amin. (TESTI PRISCILLA/H)