KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Dalam edukasi kesehatan di RSPD, dr. Erny Indrawati dari RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas menjelaskan tentang myalgia, atau nyeri otot, yang merupakan kondisi umum namun sering kurang disadari penyebab dan gejalanya oleh masyarakat.

Menurut dr. Erny, myalgia adalah istilah medis untuk nyeri otot yang dapat muncul secara tiba-tiba dan di berbagai bagian tubuh. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, baik muda maupun tua, dan sering kali berhubungan dengan beberapa faktor seperti aktivitas fisik yang berat, usia, atau bahkan infeksi.

Myalgia pada dasarnya bukanlah suatu penyakit, melainkan sebuah gejala yang muncul akibat respons tubuh terhadap kondisi tertentu.

“Myalgia sering kali timbul akibat peredaran darah yang kurang sempurna pada otot yang sedang mengalami nyeri,” ujar dr. Erny, Jumat, 15 November 2024.

Nyeri otot ini bisa terjadi pada leher, punggung, lengan, kaki, atau bahkan seluruh tubuh secara bersamaan.

Gejalanya pun bervariasi, mulai dari nyeri ringan hingga sangat nyeri, yang terkadang membuat penderitanya tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari.

Beberapa penyebab umum myalgia yang dijelaskan dr. Erny antara lain adalah proses penuaan, di mana lansia kerap mengalami kram atau gerakan spontan pada otot saat tidur yang mengganggu kenyamanan mereka.

Selain itu, kekurangan vitamin D, olahraga yang tidak benar, dan aktivitas fisik berlebihan juga bisa memicu nyeri otot. Cedera fisik, infeksi, dan penyakit tertentu seperti arthritis dan anemia turut menjadi pemicu myalgia pada sebagian orang.

Infeksi seperti flu atau penyakit bakteri tertentu dapat menyebabkan nyeri otot sebagai gejala penyerta.

Hal lain yang memicu myalgia adalah stres berlebihan, karena stres dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, memicu peradangan, dan mengakibatkan nyeri otot.

"Pengetahuan ini penting agar masyarakat dapat mengenali tanda-tanda myalgia lebih awal dan memahami faktor-faktor yang memperburuknya," jelasnya. (DODI/H)