BORNEONEWS, Sampit - Festival Tandak Intan Kaharingan XII di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang berlangsung pada 14-16 November 2024 diikuti oleh 160 peserta dari 9 kecamatan.
"Kegiatan ini bertujuan memperkokoh iman dan takwa, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan rasa persatuan antarumat beragama di Kotim," kata Ketua Panitia Festival Tandak Intan Kaharingan, Caca Handika, Jumat, 15 November 2024.
Lanjutnya, l kegiatan ini merupakan wujud upaya pembangunan mental spiritual oleh pemerintah, di samping kegiatan pembangunan lainnya. Melalui festival keagamaan ini, diharapkan tercipta generasi berbudi pekerti luhur dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Festival ini melombakan berbagai kategori, seperti pembacaan Kitab Suci Panaturan, penyampaian Pandhen atau siraman rohani, Manandaki (tandak), dan Karungut bernafaskan agama Hindu Kaharingan. Lomba dibagi ke dalam beberapa tingkatan usia, meliputi anak-anak, remaja, dan dewasa, baik kategori putra maupun putri. Tujuan utama festival ini adalah memantapkan kerukunan hidup beragama yang harmonis serta memperdalam pemahaman dan penghayatan terhadap Kitab Suci Panaturan, sesuai dengan keyakinan umat Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah.
Sementara itu Ketua Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan (LPTIK) Kotim, Agus Sanang, menjelaskan Festival Tandak Intan Kaharingan XII dirancang untuk menumbuhkan kecintaan pada kitab suci Panaturan dan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
"Acara ini adalah langkah positif dalam memperkokoh karakter berakhlak mulia dan berperadaban. Para peserta terbaik dari festival ini akan mewakili Kotawaringin Timur pada ajang Festival Tandak Intan Kaharingan tingkat provinsi Kalimantan Tengah di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, pada tahun 2025," kata Agus.
Penyelenggaraan festival dua tahunan ini diharapkan dapat mengembangkan generasi muda berbakat, membina mereka secara berkelanjutan, dan membangun karakter kuat yang dapat membawa nama baik Kotawaringin Timur ke tingkat provinsi. (DEWI PATMALASARI/H)









