SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Festival Tandak Intan Kaharingan XII di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun ini menjadi momentum penting dalam pembangunan mental spiritual generasi muda.

"Kegiatan ini tidak hanya sekadar perayaan seremonial, tetapi juga bagian dari pembangunan nonfisik yang diselenggarakan oleh pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang berbudi pekerti luhur dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa," kata Asisten I Sekretariat Daerah Kotim, Rihel, Jumat, 15 November 2024.

Dirinya membuka Festival Tandak Intan Kaharingan XII di Aula Islamic Center Sampit. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua II DPRD Kotim Rudianur.

Acara yang diadakan setiap dua tahun sekali ini dipercaya menjadi ajang memperkuat karakter dan nilai-nilai luhur di tengah masyarakat, dengan Sampit sebagai tuan rumah penyelenggara.

"Melalui kegiatan ini, kita berharap tumbuh generasi yang memiliki nilai-nilai kebaikan, solidaritas, dan persatuan antarsesama, baik antarumat beragama maupun dalam hubungan antara umat dengan pemerintah," ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai lomba, seperti pembacaan Kitab Suci Panaturan, siraman rohani, dan berbagai lomba seni keagamaan.

Dengan melibatkan lebih dari 160 peserta dari 9 kecamatan di Kotim, Festival Tandak Intan Kaharingan XII juga berupaya untuk mendorong keterlibatan putra-putri daerah sebagai bagian dari pembinaan generasi muda.

Rihel mengingatkan pihak panitia dan dewan juri agar bekerja dengan objektivitas tinggi untuk menghasilkan keputusan yang adil dan dapat diterima oleh seluruh peserta.

Dengan demikian, perwakilan terbaik dari Kotim akan terpilih secara objektif dan siap untuk berkompetisi di ajang yang lebih tinggi, yaitu Festival Tandak Intan Kaharingan tingkat provinsi yang akan diselenggarakan di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara pada 2025.

"Festival ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan bagi generasi muda untuk mencintai budaya, memperdalam nilai agama, dan mengembangkan kualitas diri mereka. Melalui kegiatan ini, Kotim berkomitmen dalam membangun masyarakat yang harmonis, kuat dalam karakter, dan berakhlak mulia, demi masa depan yang lebih baik," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)