KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kabupaten Kapuas menjadi tuan rumah kegiatan sosialisasi pencegahan perkawinan usia anak dan bullying bagi para pelajar, bertempat di Hall Rujab Bupati Kapuas.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Kalimantan Tengah, bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Kapuas serta Forum PUSPA Kabupaten Kapuas.

Penjabat Bupati Kapuas, Darliansjah yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Raison, didampingi Kepala Dinas P3APPKB Kapuas, Tri Setyautami membuka kegiatan ini. 

Raison menekankan pentingnya sosialisasi ini sebagai upaya bersama untuk melindungi masa depan anak-anak dari ancaman perkawinan usia dini dan bullying.

"Perkawinan usia anak tidak hanya mengancam kesehatan dan keselamatan generasi muda, tetapi juga mempengaruhi kesempatan mereka untuk meraih pendidikan yang layak dan masa depan yang baik. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengedukasi, mendampingi, dan melindungi mereka agar tidak terjebak dalam situasi tersebut," katanya, Jumat, 15 November 2024.

Dirinya berharap kegiatan ini memberikan pengetahuan mendalam kepada anak-anak mengenai bahaya perkawinan usia dini dan dampak negatif bullying, sehingga mereka dapat menjadi generasi yang mandiri, kuat, dan berani mengambil sikap positif. 

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Forum PUSPA Provinsi Kalimantan Tengah, DP3APPKB Kapuas, dan Forum PUSPA Kabupaten Kapuas dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait perlindungan anak.

"Semoga kerja sama ini terus berlanjut demi mewujudkan Kabupaten Kapuas yang aman, ramah, dan menjunjung tinggi hak anak. Mari bersama-sama mendukung upaya ini demi generasi muda yang lebih baik," ucapnya.

Kepala Dinas P3APPKB Kapuas, Tri Setyautami, turut memberikan apresiasi kepada Forum PUSPA Kalimantan Tengah atas inisiatifnya melaksanakan sosialisasi ini di Kabupaten Kapuas. Ia juga mengajak semua pihak untuk berkomitmen dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Saya yakin kita semua memiliki peran masing-masing dalam pencegahan ini. Mari kita kompak dan berkomitmen untuk melindungi perempuan dan anak," ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dari para narasumber mengenai bahaya perkawinan usia dini dan dampak bullying, yang ditujukan kepada para siswa/siswi SLTP dan SLTA. (DODI/R)