BORNEONEWS, Sukamara  – Petani di Sukamara mengeluhkan harga gabah yang murah. Melimpahnya hasil panen padi petani di Desa Pulau Nibung, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, belum dibarengi harga gabah sesuai yang diharapkan. Petani berharap ada bantuan untuk pengemasan sehingga hasil produksi memiliki nilai jual tinggi.

Musbah, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Desa Pulau Nibung, mengatakan, saat hasil panen petani yang cukup melimpah belum bisa meningkatkan perekonomian petani, pasalnya harga gabah menjadi murah. 

“Harga gabah milik petani dari Desa Pulau Nibung saat panen melimpah hanya Rp3.000 per kilogram,” kata Ketua Kelompok Tani Desa Pulau Nibung, Musbah, Selasa (6/9/2016).

Dengan kondisi tersebut petani setempat terpaksa menjual dengan harga Rp3 ribu per kilogram kepada pembeli mengingat untuk penjualan hasil produksi petani masih terbatas dan hanya memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dan juga kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukamara.

“Hasil panen petani umumnya hanya dijual di kalangan masyarakat setempat dan juga ASN di Sukamara dan jumlahnya juga tidak terlalu banyak sehingga belum sebanding dengan hasil panen yang cukup banyak,” kata Musbah.

Mengatasi masalah pemasaran dan penanganan hasil produksi petani pasca panen, maka kedepan pihaknya berharap ada upaya dari pemerintah daerah Kabupaten Sukamara melalui dinas terkait untuk membantu dalam hal pengemasan hasil produksi sehingga hasil panen memiliki harga dan nilai jual yang tinggi.

“Beras milik petani setempat memiliki kualitas dan mutu yang bisa bersaing dengan beras kemasan lainnya yang sudah ada dipasaran sehingga kalau kita bisa mengemas dengan baik maka hasil panen petani bisa juga dipasarkan dan bersaing dengan beras lain,” ucap Musbah.

Pihaknya juga berkeyakinan kalau hasil produksi petani setempat dikelola dengan baik maka selain bisa memiliki nilai jual yang tinggi dipasaran serta bisa mewujudkan swasembada beras bagi Kabupaten Sukamara.

“Sistem pertanian diwilayah ini sudah semakin baik sehingga hasil produski juga melimpah, terlebih ada warga transmigrasi yang juga telah menerapkan system pertanian yang cocok dengan kondisi alam menjadikan motivasi bagi warga desa untuk ikut menjadi petani yang baik,” ucap Musbah. (NORHASANAH/N).