BORNEONEWS, Kapuas - Penjualan sapi kurban tahun 2016 ini tak seramai tahun-tahun sebelumnya, sehingga pedagang sapi lesu. Sementara itu harga daging sapi setiap tahunnya mengalami kenaikan.
"Tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, terutama penjualan sapi kurban terjadi penurunan terhadap daya beli masyarakat. Sedangkan harga daging sapi mengalami peningkatan." kata H Birin, salah satu penjual sapi potong di kawasan Jalan Barito, Kota Kualakapuas, Kalimantan Tengah, Selasa (6/9/2016).
Turunnya penjualan sapi kurban lanjut Biri, tak hanya terjadi di Kapuas, tetapi juga di beberapa daerah lainnya. Sementara untuk angka penurunannya mencapai 20 persen lebih. Tahun ini pihaknya hanya bisa menjual sekitar 75 ekor. Salah satu dampaknya adalah menurunnya pembelian di semua sektor.
"Biasanya setiap tahun setiap hari raya kurban kami memotong sapi sampai ratusan ekor namun pada tahun ini ada sedikit penurunan," katanya.
Tahun sebelumnya bisa mencapai seratus ekor sapi lebih."Tahun ini dari segi sektor penjualan semua produk di Indonesia mengalami penurunan. Belum diketahui penyebabnya, apakah tingkat pembelian masyarakat menurun atau memang dunia bisnis mengalami kelesuan,"ungkapnya.
Padahal, tambahnya keuntungan menjual sapi kurban dalam satu ekor minim."Walaupun masih ada untung, tetapi keuntungannya tidak sebesar pada tahun-tahun lalu,"tambahnya. Sapi-sapi yang dijual ini didatangkan dari Nusa Tenggera Barat (NTB) dan dari provinsi lain.
Ditanya apakah pihak pedagang sapi kurban tak menyediakan kambing, H Pirin mengatakan khusus di Kota Kualakapuas tak ada yang menyembelih kambing kurban. Berbeda dengan di Kalsel banyak permintaan daging kambing sebagai daging kurban."Kita heran juga selama ini Kapuas tak pernah melakukan daging kurban kambing." (DJEMMY NAPOLEON/N).








