BORNEONEWS, Kotim - Pembangunan Pasar Mangkikit atau Pasar Subuh di Jalan Pangeran Antasari, Sampit, tidak jelas perkembangannnya, membuat Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi geram. Karena target penyelesaian pembangunannya meleset dari jadwal, Bupati Supian Hadi mengultimatum pengembang, jika tidak sanggup diminta mundur.

“Kami sudah ada pertemuan dengan pengembang terkait kelanjutannya. Investor menunggu administrasi dari pedagang. Tapi saya bilang tidak perlu pakai surat pernyataan pedagang, kalau kita sepakati, bangun saja. Bangun saja yang banyak. Saya yakin kalau sudah terbangun, malah ruangan yang disediakan itu kurang. Kalau tidak bisa melanjutkan mundur, dan langsung mereka (investor) bikin pernyataan untuk lanjutkan,” kata Bupati Kotim, Supian Hadi, di Sampit, Selasa (6/9/2016).

Dari pertemuan yang dilakukan Bupati, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar, Dinas Pekerjaan Umum dan Pengembang itu. Disepakati bahwa pembangunan Pasar Mangkikit Sampit akan dilanjutkan. Dalam pertemuan itu juga kata Supian, pihak pengembang menginginkan pedagang membayar uang muka atau DP. Pengembang khawatir jika bangunan sudah jadi, malah pedagang tidak ada yang mau menempati. Namun Supian meyakinkan, para pedagang akan tetap banyak yang berminat menempati pasar itu jika sudah selesai dibangun.

“Pedagang yang mau kembali nanti ada ketentuannya, apakah system retribusi atau perbankan dan lainnya. Itu terserah pedagang mau atau tidak, kita sudah ada patokan harga hasil pertemuan dari pemerintah daerah, investor dan pedagang. Terserah pedagang mau atau tidak. Tapi saya yakin pedagang mau karena sangat murah,” ujar orang nomor satu di Kotim itu.

Kata Supian Hadi, pembangunan Pasar Mangkikit tersebut sejak awal sudah ada kesepakatan antara pengembang, pedagang dan pemerintah daerah. Termasuk kesepakatan mengenai harga per los yang akan dibangun.

“Kesepakatan sudah ada, harga sudah disepakati. Harganya sangat murah dari yang ditawarkan. Melalui dinas PU hitungannya sangat tinggi, mereka potong lagi malah saya hitung kembali sangat murah sekali. Hampir separuh dari hitungan secara tehnis dinas PU,” ujarnya.

Disinggung terkait target penyelesaian pembangunan Pasar Mangkikit. Supian menyatakan, jika tidak ada kendala cuaca akan mampu diselesaikan dalam waktu enam sampai tujuh bulan.

Dia berharap, dengan adanya pasar itu para pedagang bisa kembali berjualan, sehingga roda ekonomi di Kotim berjalan dengan baik. (RAFIUDIN/N).