BORNEONEWS, Sampit – Peringatan Milad Muhammadiyah ke-112 di kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dipaksakan dengan serangkaian kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat yaitu layanan pemeriksaan kesehatan, pengobatan tradisional akupunktur, serta pelayanan KB metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) tanpa biaya.
Ketua Panitia Milad Muhammadiyah, I Wayan Alap, menyebutkan kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan milad setelah sebelumnya menggelar berbagai kegiatan seperti bazar UMKM amal usaha Muhammadiyah, lomba-lomba untuk anak usia TK hingga SMA, serta penyuluhan kesehatan reproduksi bagi generasi muda.
"Hari ini kami mengadakan bakti sosial berupa pelayanan KB gratis, pemeriksaan kesehatan, hingga pengobatan tradisional akupunktur. Semua ini ditujukan untuk masyarakat tanpa dipungut biaya," kata Wayan, Sabtu, 16 November 2024.
Acara puncak Milad Muhammadiyah ke-112 dijadwalkan berlangsung di Gedung Serbaguna. Tausiyah akan diisi oleh penceramah dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Wayan menambahkan momentum ini menjadi ajang konsolidasi, tidak hanya bagi warga Muhammadiyah, tetapi juga organisasi keagamaan lainnya, seperti Nahdlatul Ulama (NU).
"Kami ingin mengusung tema ‘Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua’. Melalui ini, kami berharap bisa memberikan pencerahan dan memperkuat solidaritas untuk kemajuan bersama di Kotawaringin Timur," katanya.
Kegiatan layanan kesehatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Tia, salah satu peserta layanan KB, mengaku sangat terbantu dengan program pemasangan KB implan gratis.
"Ini sangat membantu dibandingkan harus KB suntik setiap tiga bulan. Sangat menghemat biaya," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Pujo Darmanto, peserta pengobatan akupunktur. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kegiatan pengobatan gratis yang digelar oleh Muhammadiyah Kotim.
"Saya mendukung penuh kegiatan ini. Semoga di tahun-tahun mendatang layanan seperti ini bisa lebih banyak lagi dan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat," kata Pujo.
Peringatan Milad Muhammadiyah ke-112 ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat solidaritas serta mendukung kemajuan daerah, khususnya di Kotim. (DEWI PATMALASARI/R)









