BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam debat publik ke 2 bagi paslon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Barat yang digelar di Gedung Antakusuma, Pangkalan Bun Park, Sabtu, 16 November 2024 juga disampaikan pertanyaan aspirasi masyarakat melalui KPU Kobar.
Pertanyaan tersebut berupa bagaimana mengatasi kesenjangan antara sekolah yang di bawah Pemda dan sekolah yang berada dibawah Kementerian Agama dan pesantren.
Dalam jawabannya, paslon 1 Rahmat Hidayat - Eko Soemarno menyampaikan bahwa sebenarnya sekolah baik di bawah Pemda dan Kementerian Agama sebenarnya memiliki tujuan yang sama yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Salah satu upaya kami agar sekolah-sekolah tersebut memiliki kesempatan dan mengatasi kesenjangan yang ada, bila nantiya pendapatan daerah bertambah dengan inovasi-inovasi yang kami lakukan, hingga ruang belanja kita lebih longgar kita akan memberikan mereka tunjangan yang lebih layak," jelas Rahmat Hidayat.
Kemudian Paslon nomor urut 2 Nurhidayah - Suyanto menyampaikan bahwa untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul pastinya 20 persen anggaran dialokasikan untuk pendidikan.
"Perlu kami sampaikan khususnya di Kabupaten Kobar selain adanya bantuan dana BOS, saat menjabat sebagai Bupati Kobar dalam persiode sebelumnya kami juga telah memberikan bantuan seragam gratis," jelas Nurhidayah.
Terkait pertanyaan tersebut, Suyanto menyampaikan bawa sebenarnya sarana prasarana dan berkaitan dengan tidak ada sebuah perbedaan semua adalah berkaitan dengan bagian yang mencerdaskan anak bangsa dengan pendekatan yang berbeda.
"Tapi secara prinsip maka kolaborasi antara pendirian beserta dengan pemerintah harus kerja bareng bagaimana sebuah pendidikan ini didukung oleh kompetensi yang sama sehingga ada kesetaraan insentif juga menjadi bagian penting untuk mendukung pendidikan sukses," jelas Suyanto. (WAHYU KRIDA/R)









