BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengurus Persatuan wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah menggelar pelatihan penulisan berita untuk organisasi perangkat daerah (OPD) yang digelar di Kota Palangka Raya.
Ketua PWI Kalteng M. Zainal dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penulisan khususnya bagi pegawai perangkat daerah yang terlibat dalam publikasi informasi di instansinya masing-masing.
“Saya menekankan pentingnya penulisan berita yang berkualitas, mengingat penyebaran informasi di era digital yang begitu cepat, mengingatkan bahwa tidak sedikit oknum yang memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan berita bohong atau hoaks,” kata Zainal.
Dia menuturkan dalam pelatihan tersebut peserta diajarkan cara mengidentifikasi berita hoaks dan bagaimana cara menyikapinya agar penyebaran informasi yang salah dapat dihentikan.
"Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta dapat memahami cara mengenali berita hoaks dan menghentikan penyebarannya," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kalimantan Tengah Agus Siswadi memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini.
Agus menjelaskan bahwa setiap lembaga atau organisasi, baik pemerintah maupun swasta, memiliki tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan visi dan misinya.
Keberhasilan mencapai tujuan tersebut sangat bergantung pada kemampuan pengelolaan organisasi, terutama dalam hal komunikasi publik yang dijalankan oleh humas.
“Keberhasilan organisasi sangat dipengaruhi oleh kemampuan humas dalam mengelola informasi dan menyampaikan kepada publik,” ujarnya.
Agus juga menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan implementasi dari keinginan sejumlah OPD untuk meningkatkan sumber daya manusia di bidang penulisan berita.
Dengan demikian, setiap kegiatan yang dilakukan instansi pemerintah dapat segera disiarkan melalui website resmi atau media, sehingga informasi dapat cepat sampai ke masyarakat.
Melalui pelatihan ini, diharapkan bahwa PPID atau humas instansi pemerintah mampu meningkatkan kemampuannya dalam mengelola setiap kegiatan menjadi berita atau rilis yang layak untuk dikonsumsi publik, khususnya oleh awak media, sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas.
ANTARA









