PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Puruk Cahu – Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3ADALDUKKB) menggelar pelatihan bagi kader Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKB HI). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kader dalam mendukung percepatan penurunan stunting serta meningkatkan kualitas pengasuhan balita di tingkat desa.

Pelatihan dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Murung Raya, Rudie Roy, yang menekankan pentingnya peran kader BKB HI dalam mendorong orang tua agar lebih teredukasi dalam mendukung tumbuh kembang balita.

Kegiatan ini dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3ADALDUKKB, Lynda Kristiane, yang menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan edukasi serta penyuluhan kepada orang tua, khususnya dalam hal pembinaan tumbuh kembang balita.

Fokus pada Peningkatan Kualitas Tumbuh Kembang Balita
Dalam sambutannya, Rudie Roy mengingatkan bahwa usia balita (0-5 tahun) merupakan masa kritis yang menentukan kualitas hidup anak di masa depan.

"Masa ini disebut sebagai "masa emas" (golden age) karena 80% perkembangan otak anak terjadi pada usia 0 hingga 2 tahun. Oleh karena itu, pendidikan dan stimulasi yang tepat pada usia dini sangat penting untuk memastikan anak tumbuh optimal dalam aspek fisik, motorik, emosional, sosial, dan spiritual," kata Rudie.

BKB HI Sebagai Upaya Terpadu Meningkatkan Kualitas Hidup Anak
Gerakan Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKB HI), menurut Rudie, adalah salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam membina anak secara menyeluruh.

Kader BKB HI berperan penting dalam memberikan stimulasi yang tepat untuk mendukung perkembangan anak secara maksimal. Program ini tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, tetapi juga pada pendidikan karakter, kecerdasan emosional, dan nilai-nilai sosial yang akan membentuk karakter anak di masa depan.

Dengan pelatihan ini, diharapkan jumlah desa yang memiliki BKB HI dapat terus meningkat, sejalan dengan target 90% desa/kelurahan yang wajib membentuk kelompok BKB untuk meningkatkan kualitas pelayanan di sektor pengasuhan anak.

Melalui pelatihan ini, kader BKB diharapkan tidak hanya memperdalam pemahaman mereka tentang pentingnya peran orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak, tetapi juga menjadi agen perubahan yang dapat mengedukasi masyarakat tentang cara merawat dan mendidik anak dengan pendekatan holistik yang lebih menyeluruh.

Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Murung Raya berkomitmen untuk terus mendukung percepatan penurunan stunting dan mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan. (*/J)