PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - SMAN 15 Medan baru-baru ini menjadi tuan rumah acara bertajuk "Green School, Green Earth: Nurturing A Sustainable Future". Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya keberlanjutan lingkungan di kalangan siswa dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini diisi dengan berbagai sesi edukatif yang menekankan pada peran teknologi spasial dalam pengelolaan hutan dan lingkungan yang berkelanjutan.

Salah satu sesi utama dalam acara ini adalah General Lecture dengan tema "The Role of Spatial Technology in Sustainable Forest and Environmental Management". Materi ini disampaikan oleh dua pakar dari Twentee University, Belanda, yaitu Assoc Prof Thomas Groen dan Lyande Eelderink. Mereka memaparkan bagaimana teknologi spasial dapat digunakan untuk memantau dan mengelola sumber daya alam secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Dr Anita Zaitunah bertindak sebagai moderator dalam sesi ini, memastikan diskusi berjalan lancar dan interaktif. Para peserta, yang terdiri dari siswa, guru, dan masyarakat umum, sangat antusias mengikuti kuliah ini. Mereka mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana teknologi dapat berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh penting dari Fakultas Kehutanan, yaitu Dr Samsuri dan Prof Rahmawaty. Kehadiran mereka menambah bobot ilmiah dan relevansi praktis dari diskusi yang berlangsung. Mereka berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang praktik terbaik dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan di Indonesia.

Tidak ketinggalan, Dr Aulia, seorang alumni Belanda yang kini bekerja di Bappeda Kabupaten Deliserdang, juga turut hadir. Beliau memberikan perspektif lokal tentang bagaimana teknologi dan kebijakan dapat bersinergi untuk mencapai tujuan keberlanjutan. Kehadirannya memberikan inspirasi bagi para siswa untuk terus belajar dan berkontribusi bagi lingkungan.

Acara "Green School, Green Earth: Nurturing A Sustainable Future" di SMAN 15 Medan ini berhasil memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya keberlanjutan lingkungan.

"Dengan adanya kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah, diharapkan generasi muda dapat lebih siap menghadapi tantangan lingkungan di masa depan," kata Prof Rahmawaty kepada Borneonews.(TESTI PRISCILLA/j)