BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Agie mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam mencegah perkawinan anak, terutama di wilayah pedesaan.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat, peningkatan akses pendidikan, dan penguatan peran keluarga sangat penting untuk mengatasi masalah ini.
"Pencegahan perkawinan anak merupakan bagian dari upaya menciptakan generasi yang berkualitas dan mempercepat pembangunan manusia di Kalimantan Tengah," katanya, Minggu, 17 November 2024.
Wakil rakyat dari Fraksi PAN ini menyatakan bahwa perkawinan anak memiliki dampak signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM).
Ia menyoroti bahwa anak-anak yang menikah di usia dini sering kehilangan akses pendidikan, mengalami kendala kesehatan, dan terjebak dalam lingkaran kemiskinan, yang pada akhirnya memengaruhi potensi generasi penerus.
--page
"Perkawinan anak tidak hanya berdampak pada individu yang terlibat, tetapi juga menghambat pembangunan daerah karena mengurangi kualitas dan kompetensi tenaga kerja di masa depan," tuturnya.
Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk melakukan upaya preventif, seperti edukasi masyarakat, peningkatan kesadaran hukum, dan pemberdayaan keluarga, terutama di wilayah pedesaan. (MARINI/Y)









