BORNEONEWS, Palangka Raya - SMAN 15 Medan baru-baru ini menjadi tuan rumah acara "Green School, Green Earth: Nurturing A Sustainable Future" sebuah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara atau USU, Fakultas Ilmu Geo-informasi dan Observasi Bumi Universitas Twente, Alumni ITC, dan Ikatan Alumni Belanda Sumatera Utara. Prof Rahmawaty dari Fakultas Kehutanan USU memberikan tanggapan positif terhadap acara ini.
Dalam tanggapannya kepada Borneonews, Prof Rahmawaty menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai institusi untuk mencapai tujuan keberlanjutan.
"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa dengan bekerja sama, kita dapat menciptakan dampak yang lebih besar dalam menjaga kelestarian lingkungan," ujarnya.
Guru Besar Kehutan USU ini juga menyoroti peran penting pendidikan dalam membentuk generasi muda yang peduli terhadap lingkungan.
Prof Rahmawaty juga mengapresiasi keterlibatan Universitas Twente dalam acara ini. Menurutnya, kehadiran para ahli dari luar negeri memberikan perspektif baru dan inovatif dalam pengelolaan lingkungan.
--page
"Teknologi spasial yang dipaparkan oleh para ahli dari Universitas Twente sangat relevan dan dapat diterapkan di Indonesia untuk memantau dan mengelola sumber daya alam secara efisien," tambahnya.
Selain itu, Prof Rahmawaty mengungkapkan rasa bangganya terhadap para siswa SMAN 15 Medan yang sangat antusias mengikuti acara ini.
"Melihat semangat dan antusiasme para siswa, saya yakin bahwa masa depan lingkungan kita berada di tangan yang tepat. Mereka adalah generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan kita dalam menjaga bumi," katanya.
Ketua Program Studi S2 dan S3 Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara atau USU ini juga menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah dan alumni dalam mewujudkan program-program keberlanjutan.
"Kehadiran Dr Aulia dari Bappeda Kabupaten Deliserdang dan alumni Belanda lainnya menunjukkan bahwa sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah sangat penting untuk mencapai tujuan keberlanjutan," jelas Prof Rahmawaty.
Acara "Green School, Green Earth: Nurturing A Sustainable Future" di SMAN 15 Medan ini berhasil memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya keberlanjutan lingkungan. Dengan adanya kolaborasi antara berbagai pihak, diharapkan generasi muda dapat lebih siap menghadapi tantangan lingkungan di masa depan. Prof Rahmawaty berharap acara serupa dapat terus diadakan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang lingkungan. (TESTI PRISCILLA/Y)









