PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - SMA Negeri 15 Medan menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui acara "Green School, Green Earth: Nurturing A Sustainable Future" yang digelar pada Sabtu, 16 November 2024. Acara ini berlangsung di aula sekolah dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk dosen kehutanan dari Universitas Sumatera Utara dan tamu dari Belanda.

Acara ini dibuka dengan penampilan siswa yang mengusung tema "membuang sampah pada tempatnya". Penampilan ini mengajarkan pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan melindungi lingkungan. Para siswa menampilkan berbagai bentuk seni, mulai dari tarian kontemporer, teater, hingga pameran karya seni dari bahan daur ulang.

Salah satu penampilan yang paling menarik perhatian adalah parade busana bertema eco-fashion. Para siswa memamerkan kostum yang dibuat dari plastik, kertas, dan barang bekas lainnya, menunjukkan kreativitas mereka dalam mendaur ulang barang-barang yang sudah tidak terpakai.

Selain itu, acara ini juga diisi dengan sesi edukatif yang menekankan pentingnya pendidikan berbasis keberlanjutan. Materi ini disampaikan oleh dua pakar dari Twentee University, Belanda, yaitu Assoc Prof Thomas Groen dan Lyande Eelderink. Para dosen kehutanan dari USU, seperti Prof. Rahmawaty dan Dr Samsuri juga terlibat dengan materi yang dipandu Dr Anita Zaitunah. Para pembicara memberikan materi tentang peran teknologi dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Kehadiran mereka menambah bobot ilmiah dan relevansi praktis dari diskusi yang berlangsung.

"Acara ini tidak hanya memupuk kesadaran siswa terhadap lingkungan, tetapi juga menjadi ajang untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, SMAN 15 Medan berharap acara ini menjadi langkah kecil menuju perubahan besar dalam menciptakan generasi yang lebih peduli pada kelestarian lingkungan," kata Prof Rahmawaty. kepada Borneonews.

--page

Kegiatan ini tidak hanya memupuk kesadaran siswa terhadap lingkungan, katanya, tetapi juga menjadi ajang untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka.

Acara ditutup dengan pemberian satu bibit pohon MPTS guna sebagai simbol akan pentingnya pohon terhadap lingkungan. Kemeriahan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan dengan semangat, kreativitas, dan kerja sama yang erat. (TESTI PRISCILLA/Y)