BORNEONEWS, Palangka Raya - SMA Negeri 15 Medan, yang berlokasi di Jalan Sekolah Pembangunan Nomor 7A, Sunggal, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, baru-baru ini mengadakan kegiatan penanaman pohon MPTS atau Multi-Purpose Tree Species. Acara ini dihadiri oleh Kepala Sekolah, para guru, dan staf pengajar SMAN 15 Medan, serta sejumlah pemateri dari Universitas Sumatera Utara atau USU dan University of Twente.
Kegiatan ini dipandu oleh Dr Anita Zaitunah dari Fakultas Kehutanan USU, yang juga merupakan alumni ITC, Belanda. Pemateri utama dalam acara ini adalah Assoc Prof Thomas Groen dan Lyande Eelderink dari University of Twente, serta Prof Rahmawaty dan Dr Samsuri dari USU. Acara ini juga dihadiri oleh alumni University of Twente, termasuk Dr Aulia dari Bappeda Kabupaten Deliserdang, mahasiswa dari Belanda, mahasiswa Fakultas Kehutanan USU, dan siswa SMAN 15 Medan.
Kegiatan dimulai dengan persiapan penanaman oleh mahasiswa Fakultas Kehutanan USU dan siswa SMAN 15 Medan. Mereka mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk menanam pohon MPTS seperti Jambu Air, Mangga, dan Kelengkeng. Proses penanaman dilakukan oleh siswa SMAN 15 Medan dengan disaksikan oleh seluruh partisipan kegiatan.
Penanaman pohon ini merupakan rangkaian dari acara bertajuk "Green School, Green Earth: Nurturing A Sustainable Future" dan bagian dari upaya SMAN 15 Medan untuk menggalakkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan.
"Para siswa diajarkan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan kontribusi positif bagi ekosistem sekolah dan komunitas sekitar. Kegiatan ini juga menjadi momen untuk memupuk rasa tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan," kata Prof Rahmawaty kepada Borneonews pada Senin, 18 November 2024.
--page
Selain memberikan manfaat langsung dalam hal peningkatan kualitas udara dan penyerapan karbon dioksida, penanaman pohon ini juga menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan nyaman bagi seluruh komunitas sekolah.
"Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam upaya penghijauan dan peningkatan kualitas lingkungan," katanya.
Dengan adanya kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah, diharapkan generasi muda dapat lebih siap menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.
"Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru tentang teknik penanaman yang benar, tetapi juga menginspirasi para siswa untuk terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









