BORNEONEWS, Sampit - Kepolisian Sektor (Polsek) Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih melakukan penyelidikan atas kasus pengeroyokan terhadap pemuda bernama Ansori Muslim hingga meninggal dunia.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Ketapang Kompol Suyono, ia mengatakan saat ini pihaknya telah memeriksa beberapa orang saksi terkait kasus pengeroyokan ini.
"Sudah ada empat orang saksi yang kami periksa, saat ini kami masih melakukan penyelidikan," kata Kapolsek Ketapang Kompol Suyono, Senin, 18 November 2024.
Kapolsek juga menuturkan setelah keluarga korban membuat laporan di Kantor Polsek Ketapang, ia langsung mengerahkan anggota untuk bergerak cepat untuk memproses dan mencari keberadaan para pelaku.
"Pada saat keluarga korban membuat laporan resmi langsung kita tangani. Mudah-mudahan kasus ini segera terungkap," ucap Suyono.
--page
Diberitakan sebelumnya, kejadian pengeroyokan itu terjadi pada Jumat, 8 November 2024. Saat itu korban pergi keluar rumah bersama temannya bernama Fajri untuk menjual ponsel di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit.
Setelah menjual ponsel kemudian korban menuju ke kediaman Fajri. Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB Korban meminjam sepeda motor Fajri dengan alasan ingin mendatangi temannya.
Korban yang saat itu tidak kunjung kembali membuat teman korban khawatir. Kemudian berinisiatif untuk mencari keberadaan korban.
"Kami mendapat kabar Ansori ini sudah berada di rumah fajri dalam kondisi tidak sadarkan diri. Lalu kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," kata Rita keluarga korban, Minggu 17 November 2024. (BUDDI RAHMAT H/Y)









