BORNEONEWS, Palangka Raya - Menyusul penggerebekan pabrik obat palsu di Tangerang, Banten, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya belum memiliki langkah. Bahkan mereka tak mengetahui apakah peredaran obat tersebut apakah sudah sampai Kalimantan Tengah.
Saat ditanyai, Kepala BPOM Palangka Raya Trikoranti Mustikawati melemparkan jawaban bersifat diplomatis. Sementara tidak ada penjelasan mengenai topik yang dipertanyakan.
"Yang jelas kita tetap melakukan pengawasan untuk melindungi masyarakat dari obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat," kata Trikoranti Mustikawati, Selasa (6/9/2016).
Kepala BPOM Palangka Raya saat dihubungi mengaku sedang mengikuti rapat di Yogyakarta. Dalam rapat itu, dia juga mengatakan tidak dibahas mengenai peredaran obat palsu.
Sementara itu ketika ditanya terkait langkah kedepan serta penanggulangan, Trikoranti Mustikawati, tidak memberikan jawaban. (RONI SAHALA/m)








