PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam upaya mempercepat rehabilitasi mangrove di Provinsi Sumatera Utara, Rapat Koordinasi Persiapan dan Bimbingan Teknis Monitoring dan Evaluasi Program Mangroves for Coastal Resilience atau M4CR telah resmi dibuka oleh Dian Nur Amalia, Kepala Kelompok Kerja Monitoring, Evaluasi dan Pengembangan Data. Acara ini berlangsung dari 18 hingga 21 November 2024 di Grand Central Premier Hotel, Medan.

Acara ini menjadi ajang penting bagi berbagai pihak untuk berkumpul dan berdiskusi mengenai strategi terbaik dalam rehabilitasi mangrove. Hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari KKMD/TRMD Provinsi Sumatera Utara, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta berbagai kementerian dan lembaga lainnya. Selain itu, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove atau BRGM, personil PIU dan PPIU BRGM, World Bank, pendamping desa, koordinator lapangan, dan kelompok masyarakat atau Pokmas juga turut serta. Prof Rahmawaty dari Universitas Sumatera Utara juga hadir sebagai salah satu peserta yang memberikan kontribusi signifikan.

Dian Nur Amalia dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak untuk memastikan keberhasilan program M4CR.

"Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, LSM, dan masyarakat sangat krusial untuk mencapai tujuan rehabilitasi mangrove yang berkelanjutan," ujarnya dalam kegiatan yang Borneonews ikuti via daring.

Program M4CR tidak hanya fokus pada rehabilitasi mangrove, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dengan dukungan dari berbagai pihak, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat setempat. BRGM, sebagai pelaksana utama, memiliki peran penting dalam memastikan keberhasilan program ini melalui monitoring dan evaluasi yang ketat.

Selama empat hari kegiatan, peserta mendapatkan bimbingan teknis mengenai metode monitoring dan evaluasi yang efektif. Diskusi dan sesi tanya jawab juga diadakan untuk membahas tantangan dan solusi dalam pelaksanaan program M4CR. Partisipasi aktif dari berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam upaya rehabilitasi mangrove di Sumatera Utara.

Acara ini diakhiri dengan penekanan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga dan merehabilitasi ekosistem mangrove. Semua pihak yang terlibat diharapkan dapat terus bekerja sama dan berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih baik. (TESTI PRISCILLA/j)