PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam acara Rapat Koordinasi Persiapan dan Bimbingan Teknis Monitoring dan Evaluasi Percepatan Rehabilitasi Mangrove Program Mangroves for Coastal Resilience atau M4CR di Provinsi Sumatera Utara, Prof Rahmawaty, Ketua Program Studi S2 dan S3 Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Universitas Sumatera Utara, memberikan pandangannya sebagai tamu undangan.

Dalam kegiatan yang dibuka Dian Nur Amalia, Kepala Kelompok Kerja Monitoring, Evaluasi dan Pengembangan Data ini, Prof Rahmawaty menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam upaya rehabilitasi mangrove.

"Rehabilitasi mangrove bukan hanya tanggung jawab satu pihak saja, tetapi memerlukan kerja sama yang erat antara pemerintah, akademisi, LSM, dan masyarakat. Setiap pihak memiliki peran penting yang saling melengkapi," ujarnya kepada Borneonews pada Senin, 18 November 2024.

Dirinya juga menyoroti peran akademisi dalam memberikan dukungan ilmiah dan teknis.

"Sebagai akademisi, kami dapat berkontribusi melalui penelitian dan pengembangan metode rehabilitasi yang efektif. Selain itu, kami juga dapat membantu dalam pelatihan dan peningkatan kapasitas masyarakat lokal agar mereka dapat terlibat aktif dalam program ini," tambahnya.

Prof Rahmawaty mengapresiasi inisiatif BRGM dan dukungan dari World Bank dalam program M4CR.

"Dukungan dari BRGM dan World Bank sangat penting untuk keberhasilan program ini. Dengan adanya sumber daya dan pendanaan yang memadai, kita dapat memastikan bahwa rehabilitasi mangrove berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat," katanya.

Prof Rahmawaty juga menggarisbawahi pentingnya monitoring dan evaluasi dalam memastikan keberhasilan program.

"Monitoring dan evaluasi adalah kunci untuk menilai efektivitas program dan melakukan perbaikan jika diperlukan. Dengan pendekatan yang sistematis, kita dapat mengidentifikasi tantangan dan mencari solusi yang tepat," jelasnya.

Prof Rahmawaty berharap bahwa kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara semua pihak yang terlibat.

"Saya berharap melalui kegiatan ini, kita dapat memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam upaya rehabilitasi mangrove. Komitmen bersama sangat diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan," tutupnya.

Dengan pandangan dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk akademisi seperti Prof Rahmawaty, program M4CR diharapkan dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat pesisir di Sumatera Utara. (TESTI PRISCILLA/j)