PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kalimantan Tengah Freddy Simamora menyatakan bahwa konferensi cendekiawan dan akademisi menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk para calon gubernur dan calon wakil gubernur pada Pilkada Kalteng 2024.

"Salah satu rekomendasinya adalah perlu ada kesinambungan pembangunan agar arahnya dapat terus maju dan tidak kembali mundur ketika pimpinan daerah berganti," kata Freddy di Palangka Raya, Senin, 18 November 2024.

Dia mengatakan, para cendekiawan dan akademisi Katolik memandang bahwa dalam ketidaksempurnaan kepemimpinan, hanya dapat diatasi dengan komitmen keberlanjutan pembangunan agar tidak terputus dan mundur dari awal.

Rekomendasi lainnya yang dihasilkan konferensi itu yakni mendorong komitmen penyelenggara pemerintahan daerah dalam memajukan pendidikan melalui program sekolah dan kuliah gratis, termasuk tetap memperhatikan kesejahteraan guru, terutama di pedesaan dan memastikan memiliki rumah layak huni.

Kemudian, mendorong pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar ada pertimbangan untuk putera daerah yang ingin masuk perguruan tinggi negeri di Kalteng.

"Sebab, sampai saat ini masih ada kesenjangan kualitas lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kalteng dengan lulusan provinsi lain, sehingga perlu adanya kuota khusus untuk lulusan Kalteng. Mendorong penyelenggaraan pelatihan dan asistensi teknis berbasis kompetensi secara konsisten dan berkelanjutan serta membuka akses lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal," kata Freddy.

Selain itu, rekomendasi lainnya adalah mendorong calon pemimpin untuk mengadopsi prinsip kepemimpinan yang berlandaskan Pancasila, seperti transparansi, keadilan dan tanggung jawab.

"Perlunya diingatkan para kandidat yang berkontestasi dalam Pilkada 2024, agar menghindari kampanye hitam, dan strategi politik bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Mengarusutamakan pembangunan desa dengan memberikan insentif pendanaan selain yang telah diberikan melalui APBN, sekaligus melakukan pengawasan partisipatif masyarakat desa," kata Freddy.

Konferensi cendekiawan dan akademisi yang telah dilaksanakan Pemuda Katolik Komda Kalteng itu diikuti 100 orang lebih akademisi dan cendekiawan Katolik dari berbagai universitas yang tersebar di 13 kabupaten dan satu kota se-Kalteng.

ANTARA