BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Salah seorang 'makelar KTP' berinisial AB tetap pada pengakuannya memperoleh ribuan KTP dari gudang Kantor Bersama Samsat Pangkalan Bun, untuk syarat dukungan bakal calon perseorangan yang akan maju dalam Pilkada Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) 2017.

Konfirmasi ini ia tegaskan setelah Borneonews menerima sanggahan Kantor Bersama Samsat Pangkalan Bun terkait pengakuan tersebut. "Saya sendiri yang mengambil ke sana," tegas AB saat ditemui Borneonews, Senin (5/9/2016)

Ia mengatakan, saat mengambil KTP dari gudang Samsat, selalu dilakukan pada malam hari. Ia mengaku dua kali melakukannya. "Setelah mendapat perintah dari W, saya langsung ke Samsat ambil KTP-nya," ujarnya.

AB menjelaskan, saat tiba di Samsat, KTP sudah dibungkus rapi di dalam kardus bekas. Setelah mendapat KTP, ia bersama rekannya langsung menggandakanya menjadi beberapa lembar. "Setelah difotokopi, baru dijual ke setiap bakal calon perseorangan," terangnya.

Setiap KTP, dihargai Rp5 ribu. Dari dua kali pengambilan dari kantor Samsat, ia memperoleh hingga tujuh ribu KTP. "Sekitar tujuh sampai sepuluh ribu KTP. Yang tahu jumlah pastinya si W," ujarnya.

Pertama kali pengakuan mengejutkan disampaikan AB pada berbagai media, Jumat (2/9/2016) lalu.

Bantahan Samsat
Sebelumnya, Kepala Unit Regident Kantor Bersama Samsat Pangkalan Bun, Ipda Bambang Eko membantah maraknya dukungan kartu tanda penduduk (KTP) untuk bakal calon (balon) perseorangan dalam Pilkada Kobar bersumber dari Samsat. "Kami berani menjamin keamanan dan kerahasiaan KTP warga yang digunakan saat berurusan di Kantor Samsat," cetus Bambang, Senin (5/9/2016).

Ia juga meminta untuk dilakukan pengecekan kembali atas ribuan KTP yang diduga berasal dari gudang Kantor Samsat itu. Pasalnya, usai berurusan dengan kantor Samsat, setiap KTP milik warga selalu ditandai agar tidak disalahgunakan oknum tertentu.

"Coba lihat fotokopi KTP-nya. Ada coretan atau tidak? Kalau tidak ada berarti bukan dari sini," tegasnya. (Fahruddin Fitriya/B-10)