BORNEONEWS, Palangka Raya - Kisah pilu dialami A (19), seorang mahasiswi di Palangka Raya. A yang tengah hamil 6 bulan harus menghadapi kenyataan pahit. Sang kekasih, G (19), tak mau bertanggung jawab atas kehamilannya.
A yang merasa putus asa kemudian mengadukan nasibnya kepada Ipda Shamsuddin, atau yang akrab disapa Cak Sam, Ketua Tim Virtual Police Polda Kalteng.
"Selamat siang Cak, saya mau meminta bantuan kepada pihak humas polda untuk bisa membersamai saya bertemu atau mediasi dgn pacar saya. Jadi gini pak permasalahannya saya posisinya hamil tapi pacar saya ini gamau bertanggungjawab dan juga dia dihubungi susah. Dia bilang mau bertanggungjawab tapi sampe detik ini dia ga ada kejelasan," ungkap A dalam curhatannya kepada Cak Sam, Selasa, 19 November 2024.
Mendengar curhatan A, Cak Sam langsung memanggil G untuk diklarifikasi dan diberikan pembinaan. G mengakui bahwa dirinya memang tak mau bertanggung jawab atas kehamilan A karena merasa tidak punya uang untuk menikah dan takut untuk menyampaikan hal ini kepada orang tuanya.
Cak Sam kemudian menghubungi orang tua G yang berdomisili di Katingan, Kalimantan Tengah, agar segera datang ke Palangka Raya untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.
--page
Berkat upaya Cak Sam, orang tua G akhirnya bersedia datang ke Palangka Raya untuk bertemu dengan orang tua A. Setelah melalui proses mediasi yang penuh haru, kedua keluarga akhirnya sepakat untuk menikahkan G dan A dalam waktu dekat.
Kisah A dan G ini menjadi pelajaran bagi para pelajar dan mahasiswa agar lebih bijak dalam menjalani hubungan asmara.
"Hindari melakukan hal-hal yang dilarang dan selalu bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan," pungkasnya. (PATHUR/Y)









