PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya terus memantau debit air dan potensi luapan air di sejumlah titik di wilayah Kota Palangka Raya.

Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi bencana banjir yang kerap terjadi di musim hujan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan di beberapa titik yang rawan banjir. Titik-titik tersebut antara lain:

Jalan Mendawai, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya: Ketinggian debit air terpantau mencapai 50 sentimeter di atas permukaan tanah. Meskipun demikian, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi masih terpantau normal.

Jalan Anoi, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya: Debit air terpantau 20 cm di atas permukaan jalan sepanjang 100 meter. Debit air di lokasi ini terpantau bertahan, namun aktivitas masyarakat tetap normal.

Jalan Pelabuhan Rambang, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut: Ketinggian debit air terpantau mencapai 300 sentimeter di atas permukaan tanah. Debit air di lokasi ini juga terpantau bertahan, namun aktivitas masyarakat tetap normal.

"Kami terus memantau debit air di beberapa titik yang rawan banjir, kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi banjir yang mungkin terjadi." katanya,  Selasa, 19 November 2024.

BPBD Palangka Raya telah berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.

"Kami berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan BPBD dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana banjir, dengan kesiapsiagaan bersama, diharapkan kita dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh banjir," pungkasnya. (PATHUR/j)