BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari FKIP Universitas Palangka Raya melaksankan Program Dosen Pendamping Pemberdayaan Masyarakat yang bertemakan pengenalan budaya lokal Dayak Maanyan melalui pembacaan fabel populer kepada anak-anak. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 11-12 Oktober 2024 di Panti Asuhan Amanda yang beralamat di Jalan Ishkar Udang KM. 9 Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya.
“Anak-anak di panti asuhan seringkali mengalami keterbatasan akses terhadap budaya asal mereka, sehingga pengenalan yang mendalam terhadap budaya Dayak Maanyan akan membantu membangun rasa identitas budaya yang kuat dan meningkatkan rasa kebanggaan terhadap warisan budaya mereka,” terang Ibnu, selaku ketua tim pengabdian pada sambutan pembukanya sebagaimana rilis diterima Borneonews, Selasa, 19 November 2024.
Kegiatan yang dilakukan pada hari pertama adalah pembacaan Fabel Populer Dayak Maanyan. Dua orang dari tim pengabdian membacakan dua fabel pilihan anak-anak yakni fabel berjudul Kera dan Monyet dan fabel Ayam Hutan dan Buaya.
Lalu kegiatan dilanjutkan pada aktivitas menggambar tokoh-tokoh dalam fabel, dan selanjutnya anak-anak diminta untuk menceritakan pemilihan tokoh yang mereka gambar. Antusiasme anak-anak terlihat dari wajah mereka yang nampak menikmati rangkaian kegiatan tersebut.
“Saya memilih menggambar Ayam Hutan karena sopan dan menghormati orang lain” ujar salah satu anak dengan jawaban lantang.
“Sebagian besar sudah mampu menyampaikan alasan mereka memilih tokoh dengan baik. Mereka memberikan alasan yang jelas berdasarkan pada cerita fabel yang telah mereka dengar,” kata Iren, sekaligus menutup kegiatan hari pertama.
Pada hari kedua, dilakukan kegiatan drama kecil. Anak-anak diminta untuk memerankan tokoh-tokoh dari fabel yang sudah mereka baca. Mereka diminta untuk memainkan kembali adegan-adegan yang mereka ingat dan anggap menarik. Anak-anak juga diberikan arahan dan bimbingan dalam menampilkan drama kecil tersebut.
“Dengan kegiatan ini, daya ingat anak-anak dilatih dan kemampuan imajinasi mereka diasah untuk menyampaikan hasil intrepetasi mereka terhadap fabel dengan cara bermain peran yang sekaligus dapat melatih rasa percaya diri anak-anak,” ujar Ibnu.
Kegiatan lalu ditutup oleh Ibu Lenny selaku pengelola Panti yang menyampaikan ucapan terima kasih dan harapan agar kegiatan terebut dapat dilakukan secara berkelanjutan karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak di panti agar mereka tetap mendapatkan pengetahuan tentang nilai-nilai budaya lokal.
JURNALIS WARGA









