SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pembangunan Pabrik Rice Milling Plant (RMP) atau pabrik penggilingan beras di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur diharapkan mampu meningkatkan perekonomian lokal, menyerap tenaga kerja, dan mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan.

"Kami sangat berterima kasih kepada Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) karena Desa Lampuyang mendapat alokasi anggaran untuk membangun pabrik ini. Ini adalah wujud nyata keinginan beliau agar hasil panen padi diolah langsung di daerah. Pabrik ini dapat mengolah gabah menjadi beras yang sudah dikemas, sehingga memberikan nilai tambah bagi petani lokal," kata Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kotim, Shalahuddin, Selasa, 19 November 2024.

Dirinya bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng Sunarti, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim Septina, Camat Teluk Sampit Asyari, serta Kepala Desa Lempuyang Taufik, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan mengunjungi RMP tersebut pada Minggu, 17 November 2024.

"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bu Sunarti, yang turut andil dalam mendukung proses pembangunan pabrikini. Harapan kami, semoga RMP dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat Kotim, khususnya para petani," tambahnya.

Keberadaan pabrik RMP di Desa Lampuyang tidak hanya memberikan solusi pengolahan hasil panen secara efisien, tetapi juga membawa dampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar.

Petani kini dapat memperoleh nilai tambah dari hasil panen mereka tanpa perlu menjual gabah ke luar daerah.

Selain itu, pabrik ini membuka peluang lapangan kerja baru bagi warga lokal, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi di Kecamatan Teluk Sampit dan sekitarnya.

Dalam kunjungannya ke pabrik RMP Desa Lampuyang, Sunarti menjelaskan bahwa pabrik ini mampu memproses gabah hasil panen dari Kabupaten Kotim dan sekitarnya tanpa perlu dijual keluar daerah.

"Keberadaan pabrik ini akan menjadi pusat industri perberasan yang dapat menampung hasil panen dari Kotim dan Seruyan. Dengan skala besar, gabah akan diproses langsung di sini, memberikan efisiensi bagi petani," ujar Sunarti.

Ia menambahkan, pembangunan pabrik ini sudah direncanakan sejak 2023 dan mulai dikerjakan pada 2024.

Pengoperasian pabrik akan dimulai dengan uji coba penggilingan padi pada Desember mendatang. Selain RMP di Kotim, Kalteng juga memiliki Rice to Rice (RTR) di Pulang Pisau, yang difokuskan pada peningkatan kualitas beras menjadi premium.

"Dengan adanya pabrik ini, harapannya dapat menyerap tenaga kerja lokal, mendongkrak ekonomi masyarakat, dan mendukung visi Bapak Gubernur untuk meningkatkan kesejahteraan petani," tutur Sunarti. (DEWI PATMALASARI/R)