BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalimantan Tengah mencatat penurunan tingkat pengangguran terbuka atau TPT pada Agustus 2024, sebuah perkembangan positif yang disambut baik oleh berbagai pihak. Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyatakan bahwa penurunan ini tidak lepas dari peran sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang terus menunjukkan peningkatan dalam penyerapan tenaga kerja.
Menurut Agnes, TPT merupakan indikator penting yang mencerminkan kemampuan pasar kerja dalam menciptakan lapangan pekerjaan.
"Pada Agustus 2024, TPT di Kalimantan Tengah tercatat sebesar 4,01 persen, turun 0,09 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2023," jelasnya.
Penurunan ini menunjukkan bahwa sektor-sektor utama di Kalimantan Tengah berhasil menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi tulang punggung perekonomian daerah, dengan kontribusi signifikan terhadap penurunan TPT.
"Sektor-sektor ini tidak hanya menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan," kata Agnes.
Ia menambahkan bahwa peningkatan jumlah pekerja di sektor-sektor ini mencerminkan keberhasilan program-program pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Agnes juga menyoroti pentingnya pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi angkatan kerja muda.
"Sebagian besar penganggur adalah mereka yang baru lulus dari pendidikan formal dan kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kurangnya pengalaman dan keterampilan yang sesuai," ungkapnya.
Oleh karena itu, BPS Kalimantan Tengah terus mendorong program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Selain itu, Agnes menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lapangan kerja baru.
"Kami melihat adanya potensi besar dalam pengembangan sektor-sektor lain seperti pariwisata dan industri kreatif yang dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja," ujarnya.
Dengan dukungan yang tepat, sektor-sektor ini diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Kalimantan Tengah.
Dengan penurunan TPT dan peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor-sektor utama, Agnes optimis bahwa kondisi ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah akan terus membaik.
"Kami berharap tren positif ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak lapangan kerja yang tercipta untuk masyarakat Kalimantan Tengah," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)









