PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Agustus 2024, Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT di Kalimantan Tengah menunjukkan perbedaan signifikan antara laki-laki dan perempuan. Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa TPT laki-laki tercatat sebesar 3,30 persen, lebih rendah dibandingkan TPT perempuan yang mencapai 5,35 persen.

Agnes menjelaskan bahwa TPT laki-laki mengalami penurunan sebesar 0,48 persen poin dibandingkan dengan keadaan pada Agustus 2023.

"Penurunan ini menunjukkan adanya peningkatan kesempatan kerja bagi laki-laki di wilayah kita," ujarnya.

Sebaliknya, TPT perempuan justru mengalami peningkatan sebesar 0,64 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Agnes, peningkatan TPT perempuan ini perlu mendapat perhatian khusus.

"Kita perlu mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan ini dan mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya," tambahnya.

Salah satu langkah yang diusulkan adalah peningkatan pelatihan dan pemberdayaan perempuan dalam berbagai sektor pekerjaan.

Selain itu, Agnes juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja yang inklusif.

"Kita harus bekerja sama untuk memastikan bahwa semua kelompok masyarakat, termasuk perempuan, memiliki akses yang sama terhadap peluang kerja," tegasnya.

BPS Kalimantan Tengah akan terus memantau perkembangan TPT di wilayah ini dan melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka pengangguran.

"Kami berkomitmen untuk menyediakan data yang akurat dan relevan sebagai dasar pengambilan kebijakan yang efektif," kata Agnes.

Dengan adanya upaya bersama dan perhatian yang lebih terhadap isu pengangguran, diharapkan TPT di Kalimantan Tengah dapat terus menurun dan menciptakan kondisi ekonomi yang lebih stabil dan sejahtera bagi seluruh masyarakat. (TESTI PRISCILLA/j)