PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Agustus 2023, Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT di Kalimantan Tengah menunjukkan perbedaan yang signifikan antara daerah perkotaan dan perdesaan. Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa TPT di daerah perkotaan mencapai 4,27 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan TPT di daerah perdesaan yang sebesar 3,79 persen.

Agnes Widiastuti menjelaskan bahwa meskipun TPT di perkotaan lebih tinggi, terdapat penurunan sebesar 0,70 persen poin dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Penurunan ini menunjukkan adanya peningkatan kesempatan kerja di daerah perkotaan," ujarnya pada Rabu, 20 November 2024.

Sebaliknya, TPT di daerah perdesaan mengalami peningkatan sebesar 0,39 persen poin dibandingkan Agustus 2022. Agnes menambahkan bahwa peningkatan ini perlu menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja di perdesaan.

Menurut Agnes, perbedaan TPT antara perkotaan dan perdesaan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perbedaan dalam akses terhadap pendidikan dan pelatihan kerja, serta ketersediaan infrastruktur dan investasi di kedua daerah tersebut.

BPS Kalimantan Tengah terus memantau perkembangan TPT di seluruh wilayah provinsi untuk memberikan data yang akurat dan relevan bagi pengambilan kebijakan.

"Data ini sangat penting untuk merumuskan strategi yang efektif dalam mengurangi pengangguran," kata Agnes.

Agnes Widiastuti berharap bahwa dengan adanya upaya kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, tantangan pengangguran di Kalimantan Tengah dapat diatasi dengan lebih baik.

"Kami optimis bahwa dengan kerja sama yang baik, kita dapat menciptakan lebih banyak peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)