PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah nomor urut 01, Willy M. Yoseph dan Habib Ismail bin Yahya menegaskan komitmennya untuk memperbaiki Jalan Palangka Raya-Kuala Kurun dalam program kerja 100 hari. 

Willy menyatakan akan menyiapkan 100 unit alat berat yang akan ditempatkan di kecamatan dengan kondisi jalan rusak parah, termasuk di jalan tersebut.

Willy menjelaskan solusi atas permasalahan jalan ini tidak hanya terbatas pada perbaikan fisik, tapi juga membutuhkan regulasi yang mendukung keberlanjutan. 

Dia juga menyoroti pentingnya penyediaan jalur khusus bagi perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah ini guna mencegah kerusakan jalan umum dan meningkatkan keselamatan masyarakat. 

Menurutnya langkah ini merupakan upaya jangka panjang untuk mengakomodasi aktivitas investasi tanpa mengorbankan infrastruktur dan kepentingan masyarakat lokal.

"Di mana kita mengetahui bahwa menyetop suatu kegiatan investasi di Kalteng ini juga harus ada pertimbangan. Tapi, bisa kita lakukan dengan berbagai cara agar tidak menggangu aktivitas yang sebenarnya. Kami juga mendorong Para investor agar bisa memperhatikan kondisi jalan bekerjasama dengan pemerintah. Untuk itu, kami dari Willy-Habib memprogramkan untuk 100 unit alat berat di masing-masing kecamatan yang memiliki kondisi jalan yang rusak parah," kata Willy saat dikonfirmasi awak media, Rabu, 20 November 2024.

Willy juga memperkenalkan konsep "1 Kecamatan 1 Alat Berat" untuk memperbaiki infrastruktur jalan rusak.

Program ini dirancang sebagai langkah percepatan dalam menjawab tantangan perubahan infrastruktur di wilayah Kalteng, khususnya pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan parah.

Menurut Willy penyediaan alat berat di setiap kecamatan untuk memastikan penanganan kerusakan jalan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. 

Pendekatan ini tidak hanya diharapkan mempercepat perbaikan jalan, tetapi juga meningkatkan konektivitas antarwilayah, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan publik.

"Program ini menjawab keinginan masyarakat yang membutuhkan perbaikan jalan, jembatan, serta infrastruktur," tutup Willy. (MARINI/R)