BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kapuas mengadakan pelatihan penggunaan Aplikasi Fasih Mobile SSGI 2024 di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas.
Pelatihan ini diikuti oleh para updater dari 34 blok sensus (BS) dan bertujuan meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan pemutakhiran data rumah tangga.
Data ini nantinya akan digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai dasar untuk menentukan sampel rumah tangga dalam Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.
Nor Winda Lestari, pengawas updater dari Provinsi Kalimantan Tengah, menjadi narasumber dalam kegiatan ini. Ia membimbing peserta melalui tahapan teknis penggunaan aplikasi, mulai dari instalasi hingga pemanfaatan fitur seperti sinkronisasi data, penambahan rumah tangga baru, dan tagging lokasi.
Pelatihan ini dirancang agar para peserta dapat mengoptimalkan penggunaan aplikasi untuk memperbarui data rumah tangga balita.
Pemutakhiran data ini bertujuan memastikan daftar rumah tangga yang memiliki balita sesuai dengan kondisi lapangan.
Selain itu, proses ini membantu memperbarui informasi penting, seperti keberadaan rumah tangga baru atau pindahan, serta memetakan lokasi tempat tinggal dalam blok sensus.
Data yang telah diperbarui akan menjadi acuan bagi enumerator untuk melaksanakan survei lanjutan secara mendalam.
Sekretaris Dinkes Kapuas, Jum'atil Fajar mengatakan pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk mendukung keberhasilan SSGI 2024.
"Dengan data yang akurat dan terkini, survei diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang status gizi balita, sehingga program penurunan stunting di Kapuas dapat berjalan lebih efektif," ucapnya, Rabu, 20 November 2024. (DODI/R)









