PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS telah melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama Grant Riset Sawit Tahun 2024 pada Selasa, 19 November 2024.

Program ini telah berjalan sejak tahun 2015 dan bertujuan untuk mendukung penelitian yang dapat memperkuat dan mengembangkan industri kelapa sawit nasional.

Pada awal tahun 2024, BPDPKS membuka Call for Proposal Grant Riset Sawit yang berlangsung selama empat bulan. Dari proses ini, BPDPKS menerima 785 proposal riset, menunjukkan minat yang tinggi terhadap penelitian komoditas strategis ini. Direktur Penyaluran Dana, Mohammad Alfansyah, menyampaikan apresiasi kepada Komite Litbang BPDPKS yang telah menilai lebih dari 700 proposal.

"Sebanyak 52 perjanjian kerja sama riset telah ditandatangani, melibatkan 26 lembaga litbang dari berbagai perguruan tinggi dan kementerian/lembaga pemerintah," kata Alfansyah dalam rilisnya pada Rabu, 20 November 2024.

Nilai kontrak untuk Grant Riset Sawit 2024 mencapai Rp95 miliar. Beberapa lembaga penerima grant antara lain Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Gadjah Mada.

Program Grant Riset Sawit ini merupakan bagian dari upaya BPDPKS untuk mendorong pengembangan riset di sektor kelapa sawit. Hasil penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan industri sawit yang berkelanjutan.

Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman dalam sambutannya, menekankan pentingnya program ini dalam menciptakan inovasi yang memajukan kelapa sawit Indonesia.

"Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, serta mendorong penciptaan produk dan pasar baru. Dengan adanya dukungan pendanaan ini, diharapkan dapat tercipta nilai tambah bagi industri kelapa sawit, pemerintah, dan masyarakat," jelas Eddy.

BPDPKS terus berkomitmen untuk membuka peluang bagi para peneliti dalam mengembangkan riset yang inovatif. Setiap tahun, program ini selalu mengalami peningkatan jumlah proposal yang diterima, mencerminkan antusiasme yang tinggi dari para peneliti.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat tercipta sinergi antara lembaga penelitian dan industri kelapa sawit, sehingga dapat mewujudkan industri sawit nasional yang tangguh dan berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/H)