BORNEONEWS, Sampit – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) M Kurniawan Anwar menyoroti kondisi kendaraan operasional di 17 kecamatan, termasuk wilayah utara, yang dinilai tidak layak dan berdampak pada pelayanan dasar masyarakat.
Kurniawan mengatakan, banyak kendaraan operasional yang sudah berusia lebih dari 13 tahun, bahkan beberapa di antaranya sudah mengalami kerusakan berat seperti turun mesin. Kondisi ini menjadi keluhan utama yang disampaikan camat kepada DPRD saat pembahasan APBD 2025.
"Kami menerima banyak keluh kesah dari 17 kecamatan. Kendaraan operasional yang mereka gunakan sudah sangat tua, bahkan turun mesin. Mereka meminta agar kendaraan ini dapat segera diakomodir karena hal ini berkaitan dengan pelayanan dasar. Kita harus mempertimbangkan bahwa mereka adalah ujung tombak pelayanan," kata Kurniawan, Kamis, 21 November 2024.
Dia menambahkan, situasi di kecamatan-kecamatan pelosok, khususnya wilayah utara Kotim, semakin memprihatinkan. Selama bertahun-tahun, usulan pengadaan kendaraan operasional belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
"Kalau kecamatan di kota mungkin masih tertangani, tetapi bagaimana dengan wilayah pelosok di utara? Ini menjadi bahan evaluasi kami. Pemerintah perlu menunjukkan keberpihakan yang jelas terhadap mereka yang bekerja di lapangan. Apakah tidak ada ruang untuk merundingkan hal ini kembali," ujarnya.
--page
Ia menekankan kendaraan operasional merupakan bagian dari pelayanan dasar yang mendukung kinerja pemerintah kecamatan sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan pembahasan ini, diharapkan perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan kendaraan operasional di kecamatan-kecamatan, terutama di wilayah pelosok, dapat meningkat sebagai bagian dari komitmen meningkatkan pelayanan publik di Kotim. (DEWI PATMALASARI/Y)









