BORNEONEWS, Sampit – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Hendra Sia mengatakan pentingnya mengalokasikan dana untuk penanganan sampah yang sudah menjadi masalah serius di daerah ini.
"Saya tidak tahu apakah Komisi II dianggap tidak pernah mengurusi urusan dasar atau tidak penting sehingga apa yang kami ajukan tidak dibahas, langsung diketok saja. Padahal, apa yang kami perjuangkan ini adalah layanan dasar masyarakat," kata Hendra, Kamis, 21 November 2024.
Hendra mencontohkan kondisi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kilometer 14 Jenderal Sudirman yang semakin memprihatinkan. Bersama Ketua DPRD Rimbun, ia langsung meninjau lokasi tersebut dan menemukan tumpukan sampah yang menggunung, namun tidak dapat ditangani karena alat berat seperti doser dan ekskavator rusak.
"Tumpukan sampah di TPA sudah tidak bisa digeser karena doser rusak, jalan masuk juga tertutup sampah yang melebar. Pemerintah daerah harus segera menganggarkan alat berat, setidaknya satu doser baru senilai Rp2,5 miliar, agar masalah ini bisa diatasi," ujarnya.
Selain masalah di TPA, Hendra juga menyoroti kondisi di Kecamatan Parenggean dan Samuda. Dalam reses di Parenggean, ia menemukan sampah menumpuk luar biasa akibat tidak adanya truk pengangkut sampah yang memadai. Untuk itu, Komisi II mengusulkan pengadaan dua truk sampah dengan total anggaran sekitar Rp4,5 miliar.
--page
"Kami meminta tim anggaran pemerintah daerah untuk mempertimbangkan pengadaan dua truk sampah dan master plan pengelolaan sampah senilai Rp500 juta. Ini sangat penting karena sampah yang tidak terkelola akan berdampak pada kesehatan dan lingkungan masyarakat," tegas Hendra.
Hendra menambahkan, pengelolaan sampah seharusnya menjadi prioritas dalam APBD karena menyangkut layanan dasar yang langsung berdampak pada kehidupan masyarakat. Ia berharap pemerintah daerah lebih serius dalam mendukung program Komisi II yang berkaitan dengan lingkungan hidup.
Dengan usulan ini, Komisi II DPRD Kotim berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah sampah yang semakin mendesak demi menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat. (DEWI PATMALASARI/Y)









