BORNEONEWS, Palangka Raya – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah nomor urut 2, Nadalsyah Koyem dan Supian Hadi (Koyem-SHD), kembali mencuri perhatian dalam debat publik ketiga dan terakhir Pilkada Kalteng yang digelar di Swiss-Belhotel Danum, Palangka Raya, Rabu malam, 20 November 2024.
Debat dengan tema 'Sinkronisasi Pembangunan Daerah dan Nasional yang Inklusif dan Berkeadilan untuk Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Bingkai NKRI' ini menjadi panggung bagi Koyem-SHD untuk memaparkan visi dan misi mereka.
Koyem mengawali paparannya dengan menekankan pentingnya pembangunan daerah yang selaras dengan pembangunan nasional untuk mencapai keadilan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.
"Saya mengakui pentingnya sinergi dengan pemerintah pusat mengingat Kalteng memiliki potensi sumber daya alam yang besar namun membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat," katanya, kamis, 21 November 2024.
Sebagai provinsi strategis penyangga Ibu Kota Negara (IKN), Koyem-SHD berjanji akan melakukan dialog intensif dengan pemerintah pusat, DPR, dan lembaga tinggi negara lainnya untuk memastikan sinkronisasi perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan pembangunan di Kalteng.
--page
Selain sinergi dengan pemerintah pusat, Koyem-SHD juga akan melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota di Kalteng untuk memastikan pembangunan yang merata dan maju.
Sinkronisasi ini, menurut Koyem, sangat penting untuk mewujudkan program prioritas mereka, yaitu pengentasan kemiskinan melalui program bebas biaya sekolah, pelayanan kesehatan gratis dengan BPJS, dan layanan publik lainnya.
Supian Hadi menambahkan bahwa sinkronisasi pembangunan antara pusat dan daerah sangat krusial untuk pemetaan kawasan pembangunan yang sesuai dengan sektor unggulan Kalteng.
"Kerja sama yang erat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan," pungkasnya. (PATHUR/y)









