BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Mashamy, menyoroti pentingnya optimalisasi pendapatan daerah dan prioritas penggunaan anggaran.
Menurut Eddy, meskipun pendapatan daerah menunjukkan peningkatan, terutama dari sektor kendaraan bermotor, pemerintah daerah tidak boleh terpaku pada sumber tersebut.
“Pendapatan daerah harus dioptimalkan melalui berbagai sumber lainnya, seperti pengelolaan aset daerah dan peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),” tegasnya.
Eddy juga menekankan pentingnya distribusi anggaran secara bijak, mengingat keterbatasan anggaran yang tersedia. Ia meminta agar alokasi anggaran lebih diutamakan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berhubungan langsung dengan pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. “Pelayanan dasar harus menjadi prioritas utama demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Eddy memberikan apresiasi kepada OPD yang anggarannya masih minim. “Kami dari Fraksi PAN memohon maaf atas keterbatasan anggaran ini. Namun, kami berharap agar OPD tetap semangat dan tidak menjadikan hal ini sebagai hambatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.
Dalam rangka percepatan pembangunan daerah, Eddy juga mendorong pemerintah untuk meningkatkan koordinasi dengan dunia usaha. Pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari sektor swasta dinilai dapat memberikan kontribusi besar bagi pembangunan.
“Pengelolaan dana CSR perlu dioptimalkan melalui koordinasi yang lebih baik antara pemerintah dan dunia usaha,” ujarnya.
Setelah mempertimbangkan berbagai masukan dan evaluasi, Fraksi PAN menyatakan menerima RAPBD 2025 untuk disahkan menjadi peraturan daerah. “Kami berharap RAPBD ini dapat menjadi dasar yang kuat untuk memajukan Kotim,” tutup Eddy. (DEWI PATMALASARI/H)









