SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama para pemangku kepentingan membahas persiapan distribusi logistik pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 di wilayah Kotim.

"Saat ini kita tengah bersiap untuk melakukan pendistribusian logistik. Rencana distribusi dimulai pada 23 November dan akan selesai pada 25 November 2024," kata Ketua KPU Kotim, Muhammad Rifqi, Kamis, 22 November 2024.

Rifqi juga mengingatkan bahwa saat ini masih berlangsung tahap kampanye yang akan berakhir pada 23 November 2024. Setelah itu, masa tenang akan berlangsung dari 24 hingga 26 November 2024, sebelum pemungutan suara digelar pada 27 November 2024.

Menurut peraturan, logistik Pilkada harus sudah berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada H-1 pemungutan suara. "Walaupun tidak ada ketentuan kapan distribusi dimulai, aturan jelas menyebutkan logistik harus berada di TPS pada H-1 pemungutan suara," imbuhnya.

Rifqi memaparkan jadwal distribusi logistik berdasarkan wilayah. Pada 23 November 2024, distribusi akan dimulai dari kecamatan-kecamatan yang jauh seperti Mentaya Hulu, Parenggean, Pulau Hanaut, Antang Kalang, Bukit Santuai, dan Telaga Antang.

Distribusi berlanjut pada 24 November ke kecamatan seperti Kota Besi, Cempaga, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Teluk Sampit, Cempaga Hulu, dan Telawang. Sedangkan pada 25 November, logistik akan didistribusikan ke wilayah perkotaan, yakni Kecamatan MB Ketapang, Baamang, dan Seranau.

KPU Kotim telah memetakan sejumlah wilayah rawan banjir yang berpotensi menghambat distribusi logistik. Ada lima kecamatan dan 17 desa yang masuk dalam kategori rawan banjir, di antaranya:

- Kecamatan Kota Besi: Desa Hanjalipan, Simpur, Soren.

- Kecamatan Cempaga Hulu: Desa Sudan, Sei Ubar Mandiri, Pantai Harapan, Tumbang Koling.

- Kecamatan Tualan Hulu: Desa Tumbang Mujam, Luwuk Sampun, Mirah, Tanjung Jorong.

- Kecamatan Mentaya Hulu: Desa Bawan, Bukit Santuai, Tewei Hara, Tumbang Torung, Tumbang Sapia, Tumbang Kania, Tumbang Payang.

Kabag Pemerintahan Kotim, Oktav Pahlevi, menyatakan bahwa pemerintah daerah siap mendukung penuh proses distribusi logistik. "Kami akan bersurat ke perusahaan besar swasta yang berada di jalur distribusi agar memberikan akses dan bantuan jika ada kendala," ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPBD untuk memantau perkiraan cuaca selama masa distribusi hingga logistik kembali ke kecamatan dan kabupaten. "Langkah antisipasi penting untuk menghindari kendala yang mungkin terjadi di lapangan," tegas Oktav.

Ia juga menyoroti tantangan distribusi di Kecamatan Antang Kalang, yang memiliki 10 desa dengan kondisi geografis sulit, serta Kecamatan Telaga Antang dan Bukit Santuai, yang sebagian besar desanya hanya dapat diakses melalui jalur sungai.

"Kami mengharapkan koordinasi semua pihak agar distribusi logistik berjalan lancar dan aman," pungkas Oktav. (DEWI PATMALASARI/H)