PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pj Sekda Palangka Raya, Arbert Tombak, menekankan perlunya sinergi dan kolaborasi antar berbagai pihak untuk mencapai kemandirian pangan berbasis potensi lokal.

Dia menegaskan bahwa kemandirian pangan tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah saja.

"Potensi lokal Palangka Raya di bidang pertanian sebenarnya sangat besar. Hanya saja kita perlu sinergi berbagai pihak untuk memaksimalkannya," katanya, Kamis, 21 November 2024.

Ia menyebutkan beberapa kendala, seperti keterbatasan akses teknologi, infrastruktur yang belum memadai, dan kurangnya pengetahuan petani dalam mengelola lahan secara efektif.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Arbert mendorong sinergi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan petani itu sendiri. 

Pemerintah, kata dia, berperan dalam menyediakan dukungan kebijakan, pendanaan, dan pelatihan.  Sementara sektor swasta dapat berperan dalam menyediakan teknologi, akses pasar, dan investasi.

Peran akademisi juga sangat penting dalam memberikan pendampingan teknis dan riset untuk pengembangan pertanian berkelanjutan. 

Pengembangan varietas unggul yang sesuai dengan kondisi iklim dan tanah di Palangka Raya juga menjadi fokus utama.  Sedangkan petani sebagai pelaku utama perlu meningkatkan kapasitas dan pengetahuan mereka.

Sinergi ini, menurut dia harus diwujudkan dalam bentuk program dan kegiatan yang terintegrasi dan terukur. 

Monitoring dan evaluasi secara berkala juga diperlukan untuk memastikan efektivitas program dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.

Ia berharap kolaborasi ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan mewujudkan kemandirian pangan di Palangka Raya. (HENDRI/H)