PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tanaman perkebunan rakyat terus menjadi subsektor andalan di Kalimantan Tengah. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, Nilai Tukar Petani atau NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat pada Oktober 2024 mengalami kenaikan sebesar 3,13 persen dibandingkan dengan September 2024. NTP meningkat dari 147,34 menjadi 151,95.

Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan yang signifikan pada indeks yang diterima petani atau It sebesar 3,06 persen. Sementara itu, indeks yang dibayar petani atau Ib mengalami penurunan sebesar 0,06 persen.

"Kenaikan It pada Oktober 2024 disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pada kelompok tanaman perkebunan rakyat, yaitu karet dan kelapa sawit," jelas Agnes pada Kamis, 21 November 2024.

Harga karet dan Tandan Buah Segar atau TBS kelapa sawit menurutnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan oleh produksi karet dan buah kelapa sawit yang menurun akibat hujan yang belum turun merata di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah.

"Produksi getah karet dan buah kelapa sawit tidak sebaik ketika kebutuhan airnya tercukupi," tambah Agnes.

Selain itu, indeks yang dibayar petani (Ib) subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami penurunan sebesar 0,06 persen dari 125,50 pada September 2024 menjadi 125,42 pada Oktober 2024. Penurunan ini didominasi oleh turunnya indeks kelompok konsumsi rumah tangga atau IKRT sebesar 0,09 persen.

Agnes Widiastuti menekankan pentingnya peran tanaman perkebunan rakyat dalam perekonomian Kalimantan Tengah.

"Subsektor ini tidak hanya memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan petani, tetapi juga terhadap perekonomian daerah secara keseluruhan," ujarnya.

Dengan kondisi cuaca yang lebih baik diharapkan produksi karet dan kelapa sawit dapat kembali meningkat, sehingga kesejahteraan petani di Kalimantan Tengah dapat terus terjaga.

"Kami akan terus memantau perkembangan ini dan memberikan dukungan yang diperlukan bagi para petani," tutur Agnes. (TESTI PRISCILLA/H)